Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

FDA: Terapi Peremajaan Vagina Miliki Risiko Serius

Rabu 01 Agustus 2018 03:15 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Friska Yolanda

Perempuan

Perempuan

Foto: NY Post
Tindakan ini hanya untuk membuang kutil kelamin dan keperluan operasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terapi peremajaan vagina dengan menggunakan laser atau ultrasound meraih kepopuleran yang cukup baik di antara perempuan. Betapa tidak, terapi ini diklaim dapat memperbaiki fungsi seksual, mengatasi gejala terkait menopause hingga memperbaiki kondisi inkontinensia urin.

Sayangnya, tak banyak perempuan yang tahu bahwa penggunaan laser atau ultrasound untuk terapi peremajaan vagina belum mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Penggunaan alat laser atau ultrasound yang digunakan dalam terapi ini hanya mendapatkan persetujuan FDA untuk keperluan membuang kutil kelamin maupun untuk keperluan dalam operasi seperti histerektomi.

"Alat-alat ini belum terbukti dapat mengencangkan otot, meningkatkan kepuasan seksual maupun mengurangi nyeri saat berhubungan," jelas FDA seperti dilansir NBC News, Rabu (1/8).

Sebaliknya, FDA mengaku mendapat cukup banyak komplain dari perempuan terkait terapi peremajaan vagina dengan laser atau ultrasound ini. Keluhan yang disampaikan umumnya terkait kulit terbakar dan kerusakan lain yang menimbulkan rasa nyeri.

FDA mengatakan prosedur peremajaan vagina menggunakan laser atau alat berbasis energi lain untuk membentuk ulang jaringan vagina. Produk-produk ini memiliki risiko yang serius dan tidak didukung dengan bukti yang kuat terkait penggunaannya untuk meremajakan vagina.

"Kami sangat khawatir perempuan dirugikan (dengan terapi ini)," ungkap Komisioner FDA Dr Scott Gottlieb dalam sebuah pernyataan resmi.

Yang cukup mengkhawatirkan, terapi peremajaan vagina dengan laser atau ultrasound ini cukup gencar diiklankan. Oleh karena itu, FDA menegaskan bahwa mereka belum menyetujui penggunaan laser atau ultrasound untuk mengatasi masalah terkait menopause, inkontinensia urin maupun fungsi seksual melalui terapi peremajaan vagina.

"Iklan yang menipu tentang prosedur berbahaya tanpa manfaat yang sudah terbukti (secara ilmiah), termasuk (iklan) kepada perempuan yang telah dirawat karena kanker, sangat mengerikan," terang Gottlieb. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jembatan Rubuh di Italia, Puluhan Tewas

Rabu , 15 Agustus 2018, 23:34 WIB