Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Kerap Terabaikan, Waspadai Gejala Kanker Tulang ini

Jumat 20 July 2018 22:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Tim dokter dari RSUP Persahabatan berhasil melakukan operasi kanker tulang dengan rekonstruksi total femur megaprosthesis pertama di Indonesia. Pasien Apriliani (15) saat ini sedang menjalani terapi pemulihan pascaoperasi.

Tim dokter dari RSUP Persahabatan berhasil melakukan operasi kanker tulang dengan rekonstruksi total femur megaprosthesis pertama di Indonesia. Pasien Apriliani (15) saat ini sedang menjalani terapi pemulihan pascaoperasi.

Foto: Republika/Adysha Citra Ramadani
Banyak pasien Osteosarkoma yang datang ketika kondisi penyakit telah berat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar kasus keganasan pada tulang adalah osteosarkoma. Penyakit ini seringkali ditemukan pada anak-anak. Sayangnya, cukup banyak pasien osteosarkoma yang baru mendatangi dokter ketika kondisi penyakitnya sudah cukup berat.

"Pasien kebanyakan datang stadium lanjut," ungkap spesialis ortopedi konsultan onkologi dr Sigit Daru Cahyadi SpOT (K)Onk di RSUP Persahabatan, Jumat (20/7).

Sigit mengatakan hal yang paling sering dikeluhkan penderita osteosarkoma adalah nyeri. Sigit menyatakan nyeri pada kasus keganasan tulang tidak selalu disebabkan oleh cedera.

"Nyeri yang tidak disebabkan cedera perlu jadi perhatian," jelas Sigit.

Kepercayaan sebagian masyarakat terhadap dukun tulang juga kerap membuat kasus osteosarkoma terlambat dideteksi dan ditangani sejak awal. Padahal osteosarkoma yang ditangani lebih dini memiliki harapan penyembuhan yang lebih baik.

"Itu yang menjadi salah satu kendala kita untuk deteksi awal," terang Sigit.

WebMD mengungkapkan ada beberapa gejala osteosarkoma lain yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah pembengkakan atau benjolan di sekitar tulang atau di bagian ujung tulang. Nyeri pada tulang maupun sendi juga dapat berlangsung hingga hitungan bulan.

Osteosarkoma yang mengenai kaki dapat membuat anak berjalan dengan terpincang-pincang. Tak jarang, anak yang mengalami osteosarkoma merasakan nyeri di malam hari atau setelah bermain maupun olahraga.

Jika menemukan gejala-gejala ini pada anak, orang tua sebaiknya segera memeriksakan anak mereka ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah gejala yang muncul disebabkan oleh kanker atau penyakit lain.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES