Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Gagal Turunkan Berat Badan? Mungkin Ini Sebabnya

Rabu 11 Juli 2018 15:26 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Rajin menimbang berat badan ternyata berpengaruh pada upaya penurunan berat badan.

Rajin menimbang berat badan ternyata berpengaruh pada upaya penurunan berat badan.

Foto: pixabay
Dokter sarankan bergerak setelah makan agar berat badan tak bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa orang merasa sulit dan gagal menurunkan berat badan. Sebuah penelitian terbaru mengidentifikasi molekul dalam sel-sel lemak yang bisa menjadi penyebab kegagalan tersebut.

Kelompok peneliti diabetes dan obesitas dari Universitas Exeter Medical School Inggris menemukan sel-sel lemak seseorang yang obesitas merespons tinggi sebuah molekul disebut lysyl oxidase (LOX). LOX dikaitkan dengan fibrosis atau jaringan parut, sebuah jaringan lemak yang menghambat upaya penurunan berat badan.

Penulis penilitian, Dr Katarina Kos bersama rekan-rekannya melaporkan temuan ini di Journal of Metabolism. Sekitar satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat mengalami obesitas dan menempatkan mereka pada peningkatan risiko diabetes tipe-2, stroke, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

Kurang olah raga dan pola makan buruk penyebab utama obesitas. Jadi, tidak mengherankan makanan sehat dan olah raga fisik adalah strategi pertama yang selalu direkomendasikan untuk mengurangi berat badan.

Dr Kos dan rekan-rekannya menganalisa sampel jaringan lemak perut yang diambil dari orang obesitas sebelum mereka menjalani operasi penurunan berat badan. Analisa mengungkapkan jaringan lemak orang gemuk dan kandungan LOX-nya lebih besar dibanding orang ramping. Peningkatan LOX didorong peningkatan deprivasi oksigen dan peradangan pada sel-sel lemak, yang membuat sel-sel lemak menjadi lebih besar.

Ketika LOX semakin banyak, sel-sel lemak kehilangan kemampuan menyimpan kelebihan kalori. Akibatnya kalori disimpan sebagai lemak baru di sekitar organ penting, seperti hati dan jantung dan ini yang kemudian menyebabkan penyakit jantung dan diabetes tipe-2.

"Menambahkan beberapa aktivitas rutin untuk periode lebih lama membantu jaringan lemak untuk tidak terlalu banyak bekerja dan akhirnya menurunkan berat badan," kata Dr Kos, dilansir dari Medical News Today, Rabu (11/7).

Dr Kos merekomendasikan olah raga atau setidaknya 'berjalan' setelah makan. Ini bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan dan metabolisme tubuh orang gemuk.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES