Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Mengapa Anda Merasa Lelah Sepanjang Waktu?

Rabu 11 Jul 2018 15:09 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Pria kelelahan

Pria kelelahan

Foto: flickr
Mengganti pola makan bisa membantu tubuh tak mudah lelah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah Anda sering bertanya pada diri sendiri. "Mengapa saya merasa lelah sepanjang waktu?"

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, sekitar 15,3 persen wanita dan 10,1 persen pria secara teratur terus menerus merasa lelah di AS. Kelelahan dapat menimbulkan berbagai masalah, misalnya satu dari 25 pengemudi dewasa sering tertidur saat membawa mobil setiap bulannya.

Sekitar 72 ribu kecelakaan dan 44 ribu korban cedera setiap tahun akibat pengemudi mengantuk. Itu belum termasuk enam ribu kecelakaan fatal yang disebabkan pengemudi mengantuk. Setiap orang pernah merasa lelah suatu hari dalam hidup mereka, entah itu karena sering begadang menonton televisi, atau lembur di tempat kerja.

Dilansir dari Medical News Today, Rabu (11/7), berikut adalah beberapa alasan seseorang merasa lelah sepanjang waktu.

Kurang tidur

Kurang tidur tampaknya alasan cukup jelas seseorang merasa lelah. Orang berusia 18-60 tahun membutuhkan tidur tujuh jam atau lebih setiap hari untuk meningkatkan kesehatan optimal, menurut The American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society.

Tidur kurang dari jam yang direkomendasikan tidak hanya menyebabkan kelelahan, namun juga kinerja terganggu, risiko kecelakaan lebih besar, dan dampak kesehatan buruk, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, depresi, penyakit jantung, stroke, dan peningkatan risiko kematian.

Diet buruk

Cara termudah mengusir lelah adalah menyesuaikan diet Anda. Makan makanan sehat dan seimbang membuat dunia terasa lebih segar. Untuk meningkatkan kesehatan, Anda perlu nutrisi lengkap.

Makanlah lima kelompok makanan, yaitu buah, sayuran, biji-bijian, protein, dan susu. Anda dapat mengganti gaya makan Anda hari ini dengan menerapkan beberapa perubahan kecil.

Perubahan tersebut adalah isi separuh porsi piring Anda dengan buah dan sayuran. Pastikan biji-bijian utuh, seperti gandum menjadi menu diet Anda. Konsumsi susu rendah lemak dan bebas lemak untuk membatasi kalori dan lemak jenuh.

Variasikan protein Anda, terutama yang kaya omega-3. Kurangi gula, jangan pernah lewatkan sarapan, makan teratur, dan minum air secukupnya.

Baca juga: Jangan Abaikan Lip Balm untuk Kesehatan Bibir

Gaya hidup teratur

Rajin bergerak merupakan hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Penelitian di Universitas Georgia, Athena menemukan bergerak setidaknya 20 menit membantu meningkatkan energi. Ketika seseorang tidak aktif dan malas bergerak, kelelahan justru meningkat.

Setiap orang dewasa membutuhkan latihan intensitas sedang setidaknya 2,5 jam per pekan dan olah raga otot dua hari atau lebih per pekan.

Jika Anda belum berolah raga sementara waktu, mulailah perlahan. Mulai dengan jalan cepat 10 menit setiap bangun pagi dan 30 menit lima hari berikutnya. Jalan cepat, aerobik air, bersepeda, tenis, bahkan mendorong mesin pemotong rumput dapat dihitung dengan olah raga intensitas sedang.

Stres berlebihan

Banyak situasi menyebabkan stres, mulai dari pekerjaan, masalah keuangan, masalah hubungan, masalah hidup, dan pergolakan, seperti pindah rumah, pengangguran, dan masa berkabung.

Stres berlebihan dan berkepanjangan menyebabkan kelelahan fisik dan emosional. Ujung-ujungnya menyebabkan penyakit. Stres membuat tubuh menghasilkan lebih banyak bahan kimia yang dirancang untuk mempersiapkan tubuh dalam kondisi darurat. Seiring waktu ini bisa merusak kesehatan.

Kondisi medis

Jika Anda telah mengubah gaya hidup dengan aktivitas fisik lebih baik, diet teratur, mengurangi stres, dan mencukupkan tidur, namun masih merasa lelah. Mungkin saja penyebabnya ada kondisi medis yang mendasari.

Beberapa kondisi umum yang bisa menyebabkan kelelahan, adalah anemia, tiroid, diabetes, gelisah, depresi, sindrom kelelahan kronis, infeksi saluran kemih, intoleransi makanan, penyakit jantung, demam kelenjar, kehamilan, dan defisiensi vitamin dan mineral. Aturlah janji dengan dokter untuk mengonsultasikan kondisi Anda sesegera mungkin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES