Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Saturday, 19 Jumadil Akhir 1443 / 22 January 2022

Tak Lapar Setelah Olahraga, Apakah Normal?

Selasa 10 Jul 2018 16:48 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

[Ilustrasi] Perempuan berolahraga. Saat ini, kepedulian perempuan Indonesia terhadap kesehatan masih kurang.

[Ilustrasi] Perempuan berolahraga. Saat ini, kepedulian perempuan Indonesia terhadap kesehatan masih kurang.

Foto: Republika/Prayogi
Olahraga meski menghabiskan energi, namun bisa menurunkan rasa lapar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penggunaan energi yang besar saat berolahraga biasanya akan memunculkan rasa lapar, setidaknya dalam waktu satu jam setelah berolahraga. Akan tetapi, sebagian orang justru tidak merasakan lapar meski sudah melakukan olahraga yang cukup berat.

Tak adanya rasa lapar yang muncul setelah berolahraga mungkin mengundang banyak tanya. Padahal menurut sains, kehilangan nafsu makan setelah berolahraga bukan hal yang aneh.

Pada studi yang dimuat dalam jurnal Medicine and Science In Sports and Exercise, tim peneliti membuktikan bahwa berolahraga memang dapat mengurangi rasa lapar. Studi ini dimulai dengan mengukur asupan makanan tiap partisipan dalam kalori.

Setelah itu, seluruh partisipan dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk mengurangi asupan kalori dengan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kelompok kedua juga diminta untuk mengurangi asupan kalori, tetapi dengan cara berolahraga tanpa mengubah pola makan.

Setelah beberapa saat, kedua kelompok diminta berkumpul dalam sebuah buffet all you can eat. Para partisipan dapat memilih makanan apapun yang mereka inginkan.

Tim peneliti mendapati kelompok kedua yang sebelumnya rutin berolahraga cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dalam buffet all you can eat tersebut. Perbedaan asupan kalori antara kelompok kedua dan kelompok pertama mencapai 300 kalori.

Dari temuan ini, diketahui bahwa olahraga memang menghabiskan cadangan energi di dalam tubuh. Akan tetapi di saat yang sama berolahraga juga membuat seseorang menjadi tidak begitu lapar meski dihadapkan dengan sajian makanan yang beragam seperti buffet all you can eat.

Tim peneliti mengatakan saat tubuh berolahraga, hormon ghrelin yang bertanggung jawab terhadap rasa lapar akan menurun. Di saat yang sama, kadar hormon peptide YY meningkat. Hormon ini diketahui dapat menekan rasa lapar hingga taraf tertentu.

Tim peneliti mengatakan perubahan hormonal ini hanya terjadi ketika seseorang berolahraga. Orang-orang yang hanya mengurangi asupan makan tanpa berolahraga hanya akan membuat hormon lapar meningkat. Di saat yang sama, hormon yang menekan rasa lapar menurun.

"Anda dapat tidak merasa lapar sesaat setelah berolahraga, mengingat olahraga merupakan stresor pada tubuh," ungkap ahli gizi dari Fueled & Fed Nutrition Alisha Temples, seperti dilansir Elite Daily.

Dari segi psikologis, lanjut Temples, aluran darah dalam tubuh akan beralih dari sistem pencernaan dan pergi ke area lain ketika tubuh dalam tekanan.Kondisi ini akan membuat seseorang menjadi tidak begitu merasa lapar.

"Semakin lama atau semakin intens olahraga, semakin berkurang kemungkinan Anda untuk merasa lapar setelahnya," jelas Temples.

Meski begitu, makan tetap hal yang penting untuk dilakukan setelah berolahraga. Secara umum, seseorang yang melakukan olahraga berintensitas sedang sebaiknya makan dalam waktu satu hingga tiga jam setelah berolahraga.

Sedangkan untuk olahraga berintensitas berat, seseorang sebaiknya menyantap makanan dalam porsi kecil dalam waktu 30 menit setelah berolahraga. Setelah itu, dianjurkan untuk menyantap makanan normal dan seimbang dalam waktu dua atau tiga jam setelah berolahraga dengan intensitas berat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA