Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Temuan Baru Simpulkan Bayi Sebaiknya Makan Sejak Tiga Bulan

Selasa 10 Juli 2018 10:28 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Indira Rezkisari

Dokter mengatakan, ibu menyusui harus selalu bahagia. Alasannya produksi ASI sangat dipengaruhi hormon bahagia ibu.

Dokter mengatakan, ibu menyusui harus selalu bahagia. Alasannya produksi ASI sangat dipengaruhi hormon bahagia ibu.

Foto: EPA
Lembaga resmi menganjurkan ibu menyusui bayinya eksklusif selama enam bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi menemukan, memberi makan bayi makanan padat sejak usia tiga bulan dapat membantu mereka tidur lebih baik, dan meningkatkan kesehatan jangka panjang.

Pemerintah saat ini menyarankan ibu untuk memberi makan bayi secara eksklusif dengan ASI sampai mereka setidaknya enam bulan. Kemudian secara bertahap memperkenalkan makanan padat.

Akan tetapi studi baru menunjukkan bahwa saran tersebut mungkin harus diubah. Penemuan menyarankan bayi melakukan lebih baik jika makanan padat diberikan sebelumnya, di samping ASI.

Para ahli percaya bahwa penelitian yang didanai oleh badan-badan resmi termasuk Food Standards Agency dan Medical Research Council, harus mengarah pada perubahan pedoman pemberian makan bayi, yang akan diterbitkan kembali pekan depan. Namun para pejabat enggan untuk mengubah saran, yang sudah diabaikan oleh sebagian besar orang tua.

"Hasil penelitian ini mendukung pandangan orang tua yang dipegang secara luas bahwa pengenalan awal makanan padat meningkatkan kualitas tidur, lebih baik," kata Pemimpin Studi Professor Gideon Lack dari King’s College London, dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (10/7).

"Meskipun panduan resmi adalah bahwa memulai makanan padat tidak akan membuat bayi lebih mungkin untuk tidur sepanjang malam, penelitian ini menunjukkan bahwa saran ini perlu diperiksa ulang mengingat bukti yang telah kami kumpulkan," lanjutnya.

Sebelumnya orangtua telah diberitahu selama bertahun-tahun untuk menunda memperkenalkan makanan padat, terutama untuk mendorong para ibu untuk terus menyusui selama mungkin. Karena para ilmuwan berpikir makanan yang diperkenalkan sebelumnya dapat menyebabkan alergi.

Namun, sebagian besar ibu di Inggris sudah mengabaikan nasihat ini, dengan 75 persen memperkenalkan makanan padat sebelum lima bulan, dan 26 persen mengatakan mereka melakukannya untuk menghentikan bayi mereka menjadi lapar saat malam. National Health Service mengklaim ini adalah kesalahan dan makanan padat tidak akan membuat bayi lebih mungkin untuk tidur sepanjang malam.

Penelitian baru, oleh para ahli di King's College London dan Universitas St George di London, menemukan bahwa sebenarnya makanan padat meningkatkan waktu tidur, dan mengurangi jumlah bayi yang terbangun di malam hari.

Para penulis mengatakan, memperbaiki tidur sejak usia dini akan membantu kesehatan jangka panjang, mengurangi risiko obesitas dan diabetes. Dan semakin baik bayi tidur, semakin baik kualitas hidup, dan kesehatan mental orang tua mereka.

Profesor Lack menekankan bahwa para ibu harus terus menyusui bayinya sampai mereka setidaknya enam bulan. Termasuk bagi bayi yang diputuskan ibunya makan makanan padat lebih awal.

Juru bicara Food Standards mengakui temuan baru tersebut bisa memicu perhatian orang tua. Namun dia meyakini ada batasan dari temuan tersbeut. "Kami mendorong semua ibu untuk bertahan pada nasihat yang sudah ada tentang menyusui bayi hingga minimal empat bulan. Jika ada keraguan tentang apa yang terbaik bagi bayi, pergilah mencari saran dari dokter atau tenaga kesehatan profesional."

Professor Mary Fewtrell dari Royal College of Paediatrics and Child Health ada banyak hal menarik dari temuan yang bersifat 'large randomised controlled trial' tersebut. "Di sini kami merekomendasikan ibu menyusui anaknya eksklusif selama enam bulan, dan makanan padat tidak diperkenalkan sebelum usia empat bulan."

Namun, Fewtrell mengatakan anjuran dasar menyusui eksklusif sudah lebih dari 10 tahun lamanya. Saat ini anjuran tersbeut sedang diulas oleh Scientific Advisory Committee on Nutrition di Inggris dan European Food Safety Authority di Uni Eropa.

"Kami berharap melihat rekomendasi yang terbaru dari pemberian makan bayi dalam waktu yang tidak terlampau lama," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES