Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Sunday, 9 Rabiul Akhir 1440 / 16 December 2018

Tak Disangka, Virus Ini Bantu Tingkatkan Imunitas Tubuh

Rabu 04 Jul 2018 19:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Virus. Ilustrasi

Virus. Ilustrasi

Foto: Dailymail
Berdasarkan penelitian, virus CMV justru memperkuat imun tikus percobaan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Virus biasanya akan menyebabkan masalah kesehatan pada individu yang terinfeksi. Karena itu, ilmuwan berasumsi bahwa infeksi virus Cytomegalovirus (CMV) juga akan memberi dampak yang sama bagi kesehatan. Penelitian terbaru membuktikan bahwa asumsi para ilmuwan mengenai CMV itu salah.

CMV pada dasarnya merupakan virus yang cukup umum dan ada di mana-mana. Virus ini biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, sekali tubuh terinfeksi, CMV akan tetap berada di dalam tubuh seumur hidup.

Dr Janko Nikolich Zugich dan tim penelitinya berpendapat bahwa tubuh yang sudah terinfeksi virus CMV akan lebih rentan terkena infeksi virus lain. Untuk membuktikan hal tersebut, Zugich dan tim melakukan sebuah penelitian terhadap tikus percobaan berusia tua.

Tikus percobaan ini dibagi ke dalam dua kelompok. Salah satu kelompok berisikan tikus yang sudah terinfeksi CMV, sedangkan kelompok lainnya berisikan tikus yang bersih dari infeksi CMV.

Tim peneliti lalu berupaya untuk menginfeksi semua tikus dengan listeria. Listeria merupakan bakteri berbahaya yang biasanya ditemukan dalam makanan yang sudah terkontaminasi. Bakteri ini dapat menyababkan penyakit bernama listeriosis yang memiliki gejala seperti demam dan diare.

Zugich dan tim berpendapat bahwa tikus-tikus yang telah terinfeksi CMV akan lebih rentan untuk terinfeksi listeria. Tim peneliti terkejut saat mendapati hasil bahwa kelompok tikus yang sudah terinfeksi CMV justru lebih tahan terhadap infeksi listeria dibandingkan kelompok tikus yang bersih dari infeksi CMV.

"Kami benar-benar terkejut, kami mengira tikus-tikus (yang terinfeksi CMV) ini akan lebih buruk. Tapi mereka memiliki respon yang lebih efektif dan kuat terhadap infeksi (listeria)," ungkap salah satu peneliti Megan Smithey seperti dilansir WebMD.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES