Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Rutin Konsumsi Pasta Turunkan Berat Badan

Selasa 26 Jun 2018 17:25 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Yudha Manggala P Putra

Sepiring pasta

Sepiring pasta

Foto: pexels
Memakan pasta tiga kali seminggu berkontribusi menurunkan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapa bilang saat diet tidak bisa makan makanan enak? Sebuah penelitian baru menyimpulkan bahwa mengonsumsi semangkuk pasta dapat mengurangi berat badan.

Penelitian yang telah dipublikasikan di BMJ Open, menyebutkan bahwa memakan pasta rutin tiga kali seminggu merupakan bagian dari diet sehat dan berkontribusi menurunkan berat badan.

Penelitian ini melibatkan 2.488 peserta dalam 30 kali percobaan. Mereka tetap bisa melakuman diet rendah GI (Glycemic Index) meskipun mengonsumsi tiga kali seminggu. Pasta menggantikan karbohidrat dari jenis makanan lain.

"Penelitian ini menemukan bahwa pasta tidak berkontribusi menaikkan berat badan atau meningkatkan lemak tubuh," ujar ketua tim peneliti Dr John Sievenpiper, dikutip Woman Magazine.

Sievenpiper melanjutkan, faktanya analisa menunjukkan adanya sedikit penurunan berat badan. Oleh karenanya, menurut Sievenpiper, pasta bisa menjadi bagian dari diet sehat seperti diet rendah GI.

"Dengan pembuktian tersebut, kita sekarang dapat menyatakan dengan percaya diri bahwa pasta tidak memberikan dampak buruk terhadap berat badan, tentu jika dikonsumi sesuai diet sehat," tambah Sievenpiper.

Penelitian lainnya juga mendukung penemuan terbaru ini. Penelitian tersebut menyatakan tidak ada keterkaitan langsung antara memakan pasta dengan kenaikan berat badan.

Peneliti dari Neuromed Institute di Pozzilli, Italia, menemuman bahwa mereka yang mengonsumsi pasta secara rutin berdampak pada lingkar pinggang yang kecil.

"Data kami menunjukkan bahwa menikmati pasta sesuai kebutuhan masing-masing personal berkontribusi pada indeks masa tubuh yang sehat," ujar ketua tim peneliti, George Pounis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA