Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Studi Terbaru, Wanita Hamil tak Perlu Banyak Vitamin D

Ahad 24 June 2018 05:56 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Endro Yuwanto

Ilustrasi Ibu Hamil

Ilustrasi Ibu Hamil

Foto: pixabay
Para peneliti mengatakan, perlu studi lebih lanjut untuk mengkonfirmasi temuan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Banyak pakar yang memperdebatkan mengenai berapa banyak kebutuhan vitamin D bagi para ibu hamil. Sebuah penelitian baru menunjukkan vitamin D mungkin tidak melindungi terhadap dua kondisi yang berpotensi membahayakan kehamilan.

Dilansir di Livescience, Sabtu (23/6), potensi-potensi itu antara lain preeklamsia, yakni suatu kondisi yang melibatkan tekanan darah tinggi dan tingginya kadar protein dalam urine. Selain itu, vitamin D juga berimbas kepada potensi hipertensi gestasional yang merupakan darah tinggi yang diinduksi oleh kehamilan.

Temuan ini mendukung pedoman terbaru dari World Health Organization (WHO). Badan kesehatan dunia itu mengatakan, tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan suplemen vitamin D secara umum kepada wanita hamil untuk mencegah komplikasi kehamilan.

Namun, para peneliti mengatakan, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengkonfirmasi temuan tersebut. Diperlukan studi pula yang menentukan apakah tingkat vitamin D berperan dalam menyebabkan atau melindungi terhadap tekanan darah tinggi pada kehamilan.

Sementara, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan bahwa semua wanita, termasuk wanita hamil, mendapatkan 600 unit internasional (IU) vitamin D per hari. Namun, beberapa penelitian lain menunjukkan, kadar vitamin D yang rendah pada kehamilan dapat meningkatkan risiko preeclampsia.

Preeclampsia merupakan suatu kondisi saat ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi dan memiliki kadar protein tinggi dalam air seni, yang merupakan tanda masalah ginjal. Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius, termasuk mengurangi pertumbuhan janin dan kelahiran prematur.

Sementara  para peneliti juga tidak merekomendasikan suplemen vitamin D untuk wanita hamil di luar apa yang termasuk dalam vitamin prenatal, kecuali seorang wanita memiliki kekurangan vitamin D. ACOG juga mengatakan bahwa di samping vitamin pranatal, diet yang lengkap harus menyediakan semua vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan wanita selama kehamilan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES