Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Ponsel, Sarang Bakteri Tinggal

Selasa 19 Jun 2018 12:11 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Penggunaan smartphone sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Penggunaan smartphone sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Foto: EPA
Bakteri dapat menyebabkan penyakit, termasuk keracunan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia merupakan tempat bakteri tinggal di mana pun, termasuk ponsel. Tidak semua bakteri itu mengancam nyawa, hanya perlu diperhatikan agar tidak berbahaya.

"Ini tidak biasa bahwa bakteri umum yang ada di permukaan seperti telepon pada orang yang sehat akan membuat kita sakit," kata asisten profesor epidemiologi di University of Michigan EmilyToth Martin, dikutip dari Time, Selasa (19/6). Masalah muncul ketika Anda menggunakan ponsel saat makan. Hal ini perlu diperhatikan sebab bakteri dapat menyebabkan penyakit, termasuk jenis yang menyebabkan keracunan makanan, masuk angin dan infeksi lainnya.

Profesor klinis mikrobiologi dan patologi di Langone School of Medicine, New York University, Philip Tierno menyatakan, bakteri bisa menyerang saat ikut terkonsumsi dengan makanan. Bakteri cenderung melakukan itu dengan menempel ke tangan, kemudian menempel ke makanan yang masuk ke mulut.

Namun, bakteri ini pun dapat memperoleh akses ke sistem tubuh kalau tangan menyentuh telinga, lubang hidung atau kondisi kulit tertentu, seperti luka dan goresan. Ponsel juga merupakan kendaraan yang secara efektif dapat mentransfer organisme yang menular.

"Tidak peduli seberapa kotornya mereka jika Anda mencucinya dengan sabun dan air sebelum Anda makan," kata Tierno.

Baca juga: Kecanduan Ponsel Pengaruhi Kesehatan Kulit

Kkebanyakan orang setelah mencuci tangan, kegiatan selanjutnya malah mengambil telepon yang dikuasai kuman. Akibatnya sama saja tangan tangan tidak bersih dan penuh bakteri. "Semakin banyak orang menyentuh permukaan, semakin besar risiko kontaminasi dan penyakit jika Anda menyentuh permukaan itu juga," kata Tierno.

Jadi seberapa sering Anda harus membersihkan ponsel? Itu bergantung di mana berada dan bagaimana menangani perangkat. Kalau tidak pernah menggunakan ponsel saat makan, maka tidak harus rajin membersihkan perangkat pintar itu.

Namun, kalau cenderung menggunakan telepon sepanjang waktu, termasuk saat makan, sebaiknya membersihkan setiap hari dengan pembersih desinfektan. "Saya membersihkan milik saya dua kali sehari, satu kali di pagi hari dan satu kali di malam hari," kata Tierno.

Pembersihan secara teratur dapat sangat bermanfaat kalau menggunakan penutup telepon karet. Bakteri cenderung lebih mudah melekat pada material itu daripada ke komponen logam, kaca, atau plastik keras ponsel.

Selain itu, tepian yang menonjol di ponsel dan kotak pelindung yang bersatu dapat menjebak bakteri secara lebih efektif daripada permukaan ponsel yang lebih halus. Sehingga celah tersebut perlu perhatian ekstra saat melakukan pembersihan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES