Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Buka Puasa tak Sama dengan Makan Malam

Rabu 13 Jun 2018 16:01 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Jumat (18/5).

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Jumat (18/5).

Foto: Antara/Galih Pradipta
Jumlah makanan yang dikonsumsi saat berbuka sebaiknya sedikit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang menganggap bahwa berbuka puasa sama seperti makan malam. Karena itu, tak jarang orang-orang menyantap makanan dalam porsi besar saat berbuka puasa. Padahal, porsi makan saat berbuka puasa seharusnya berbeda dengan makan malam.

"Selama ini kita tahunya buka puasa sama kayak makan malam," ungkap Nutritionist PT Nestle Indonesia Eka Herdiana dalam diskusi Nutrition Quotient: Fast and Fabulous yang diselenggarakan Nestle Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Eka mengatakan berbuka puasa sebenarnya hanya sebatas membatalkan puasa dan mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama puasa. Oleh karena itu, jumlah makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa sebaiknya hanya sedikit.

Kunci dari berbuka puasa adalah mengonsumsi banyak cairan, rendah lemak dan menghindari makanan atau minuman yang mengandung banyak gula tambahan. Eka mencontohkan kurma atau buah lain sebagai pilihan makanan berbuka puasa yang baik. "Kurma tiga buah cukup," lanjut Eka.

Makanan tinggi gula sebaiknya dihindari saat berbuka puasa karena dapat memberi rasa kenyang lebih cepat namun tidak memiliki banyak nilai gizi. Makanan lain yang harus dihindari adalah gorengan karena sulit dicerna. Makanan tinggi garam juga sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka puasa karena dapat menyebabkan haus.

Untuk minuman saat berbuka puasa, Eka merekomendasikan air putih, susu, jus buah serta smoothies. Eka tidak menganjurkan teh dan kopi karena kedua minuman ini bersifat dieuretik. Teh juga diketahui mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan beberapa zat gizi, salah satunya zat besi.

Makan malam atau makan besar, lanjut Eka, bisa dilakukan sekitar jam 19.00-20.00 malam. Komposisi makanan dalam satu piring yang dikonsumsi saat makan malam sebaiknya terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah.

"Seperempat karbohidrat, seperempat protein, setengah piringnya sayur dan buah. Sayur harus lebih banyak," terang Eka.

Snacking atau mengemil boleh dilakukan beberapa saat setelah makan malam hingga sebelum tidur. Akan tetapi, jenis makanan yang dikonsumsi sebagai camilan harus dipilih dengan bijak. Karena selama puasa tubuh membutuhkan cairan lebih, makanan terbaik untuk camilan adalah buah.

Yang tak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka. Satu gelas air putih diminum saat berbuka puasa, satu gelas air putih diminum saat makan malam, dua gelas air putih diminum saat menyantap camilan dan dua gelas air diminum 15 menit sebelum tidur.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES