Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Lalai Minum Obat Bisa Sebabkan Komplikasi Hipertensi

Rabu 16 May 2018 21:40 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Penderita Hipertensi (darah tinggi) sedang diperiksa tekanan darahnya, Ilustrasi

Penderita Hipertensi (darah tinggi) sedang diperiksa tekanan darahnya, Ilustrasi

Foto: Blogspot
Tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronik yang memerlukan obat secara rutin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar penyakit komplikasi akibat hipertensi seperti gagal ginjal atau penyakit jantung dikarenakan pasien yang lalai atau tidak teratur minum obat untuk mengelola tekanan darah tinggi. Itu diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam Profesor Dr dr Suhardjono SpPD.

Suhardjono yang merupakan anggota Pengusur Besar Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia mengatakan bahwa penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronik yang memerlukan obat secara rutin. "Semua penyakit kronik harus minum obat setiap hari. Kalau tidak minum obat kalau di-stop mendadak dikhawatirkan akan naik," jelas Suhardjono di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabu (16/5).

Menurut dia, sebagian besar hipertensi tidak diketahui sebabnya atau hipertensi primer sehingga harus mengonsumsi obat setiap hari. Dia juga menerangkan usia seseorang berkolerasi terhadap penyakit hipertensi. Semakin lanjut usia seseorang semakin tinggi risiko terkena hipertensi.

Penyakit hipertensi bisa dikelola agar tekanan darah tetap normal selain dengan obat juga dengan menjaga berat badan, banyak makan sayur dan buah, batasi konsumsi gula-garam-lemak, beraktivitas fisik, berhenti merokok, dan kendalikan stress.

Jika tekanan darah di bawah 120/80 atau kurang dari 120 mmHg tekanan darah sistolik dan kurang dari 80 mmHg tekanan darah diastolik, dikategorikan normal.

Namun jika tekanan darah kurang dari 140/90 namun di atas 120/80, itu memiliki risiko menjadi hipertensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90 dikategorikan sudah hipertensi dan disarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk pengobatan dan membantu pencegahan penyakit jantung dan stroke.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Semangat Adul Menuntut Ilmu (2)

Selasa , 13 Nov 2018, 23:56 WIB