Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Lemak tak Jenuh Nabati Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Kamis 22 March 2018 11:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Winda Destiana Putri

Penyakit jantung/ilustrasi

Penyakit jantung/ilustrasi

Foto: Wikipedia
Lemak tak jenuh nabati dapat membuat risiko kematian lebih rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lemak selalu menjadi kambing hitam dari pelbagai penyakit yang dialami manusia. Padahal lemak pun dibutuhkan, bahkan memiliki manfaat menurunkan risiko penyakit jantung yang dapat menyebabkan kematian.

Penelitian yang dipresentasikan dalam American Heart Association di New Orleans menyatakan, lemak tak jenuh nabati dapat membuat risiko kematian lebih rendah. Lemak yang berasal dari minyak sayur-sayuran, alpukat, kacang dan biji akan lebih baik daripada lemak takjenuh dari hewani.

"Kami telah mengamati peran menguntungkan lemak tak jenuh tunggal untuk pencegahan mortalitas kardiovaskular dan totalketika makanan nabati adalah sumber utama," kata rekan peneliti di departemen nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health Marta Guasch-Ferre, yang turut menulis makalah dengan Dr. Geng Zong dan Dr. Qi Sun dikutip dari TIME, Kamis (22/3).

Dalam menarik kesimpulan tersebut, peneliti mencari pola dalam data makan hampir 100 ribu orang. Peneliti mengikuti peserta selama sekitar 22 tahun dan mereka harus menyelesaikan kuisioner tentang makanan setiap empat tahun sekali.

Selama dekade-dekade masa tindak lanjut, lebihdari 20.600 orang meninggal, sekitar 4.500 kematian tersebut karena penyakit jantung. Orang yang mengonsumsi banyak lemak nabati memiliki risiko kematian 16 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan lebih rendah. Sementara mereka yang mengonsumsi banyak lemak hewani memiliki risiko 21 persen lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi banyak makanan ini.

"Baru-baru ini, rekomendasi diet telah bergeser ke arah diet termasuk jumlah makanan nabati yang lebih tinggi dibandingkan makanan berbasis hewani," kata Guasch-Ferre.

Guasch-Ferre mengatakan, perbedaan antara lemak hewani dan nabati dapat dimungkinkan karena nutrisi lain yang ditemukan. Biasanya, lemak tak jenuh nabati akan kaya vitamin, polifenol, dan lemak tak jenuh jamak yang baik untuk jantung, sedangkan lemak tak jenuh hewani seringkali mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol yang tidak baik untuk jantung.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES