Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Kemenkes: Hanya 2,3 Persen Orang Menyikat Gigi dengan Benar

Rabu 21 March 2018 06:02 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

PB PDGI bersama PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2018, pada Selasa (20/3). Para siswa dan siswi SDN Tebet Timur 01 Pagi turut berpartisipasi dalam kegiatan menyikat gigi yang dibimbing oleh para dokter gigi PB PDGI.

PB PDGI bersama PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2018, pada Selasa (20/3). Para siswa dan siswi SDN Tebet Timur 01 Pagi turut berpartisipasi dalam kegiatan menyikat gigi yang dibimbing oleh para dokter gigi PB PDGI.

Foto: Republika/Adysha Citra Ramadani
Menyikat gigi yang benar dilakukan setelah sarapan dan sebelum tidur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian besar orang tahu bahwa menyikat gigi harus dilakukan minimal dua kali sehari untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mayoritas warga Indonesia sudah mematuhi aturan ini dan menyikat gigi dua kali sehari. Ironisnya, hanya sebagian kecil warga Indonesia yang sudah menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), sebanyak 76,6 persen warga Indonesia sudah menerapkan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari. Namun, sangat sedikit di antaranya yang sudah melakukan sikat gigi dengan benar.

"Yang sikat gigi dengan benar, seperti di pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur, baru 2,3 persen," ungkap Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Riskiyana Sukandhi Putra MKes dalam perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2018 yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent bersama PB PDGI di SDN Tebet Timur 01 Pagi, Selasa (20/3).

Menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tidak benar tetap dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit di rongga mulut. Salah satunya adalah karies gigi. Hal ini telah tercermin dalam indeks DMF-T Indonesia yang tinggi pada 2013 lalu, yaitu 4,6. Indeks ini menunjukkan bahwa tiap orang di Indonesia memiliki sekitar empat sampai lima gigi yang mengalami kerusakan.

"Semua usia, ini kan menyedihkan sekali," sambung Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Dr drg Hananto Seno SpBM MM.

Untuk itu, PB PDGI bersama dengan PT Unilever Indonesia melalui Pepsodent menggelar kegiatan sikat gigi bersama dalam perayaan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2018 yang melibatkan para siswa-siswi SDN Tebet Timur 01 Pagi. Dalam kegiatan ini, para dokter gigi dari PB PDGI mengedukasi dan membimbing para siswa dan siswi untuk menyikat gigi dengan benar.

"Pastikan (arah menyikat) selalu dari gusi ke gigi, tidak bolak-balik ya," ungkap Hananto.

Salah satu siswa SDN Tebet Timur 01 Pagi, M Yuzar Ruslan, merasa senang dengan edukasi menyikat gigi. Yuzar mengaku menjadi lebih paham mengenai cara dan waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Ia pun berjanji untuk menyikat gigi secara rutin sesuai dengan saran para dokter gigi. "Dua kali, pagi setelah makan dan malam sebelum tidur," ujar Yuzar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES