Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Benarkah Biopsi Memperparah Kanker Payudara?

Selasa 13 Februari 2018 14:08 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Winda Destiana Putri

Kanker Payudara.

Kanker Payudara.

Foto: The Indian Express
Sebagian perempuan merasa enggan untuk melakukan biopsi.

REPUBLIKA.CO.ID, Tidak semua benjolan pada payudara merupakan manifestasi dari kanker payudara. Sifat keganasan benjolan bisa diketahui melalui tindakan diagnostik biopsi. Namun, sebagian perempuan merasa enggan untuk melakukan biopsi karena khawatir tindakan tersebut dapat membuat kanker payudara menyebar dalam tubuh.

"Yang jadi masalah bukan setelah biopsi, menyebar," tegas spesialis bedah konsultan bedah onkologi dari RS Pondok Indah dr M Yadi Permana SpB (K) Onk dalam diskusi bersama RS Pondok Indah Group di Jakarta, belum lama ini.

Yadi mengatakan kasus penyebaran kanker payudara setelah biopsi terjadi karena keengganan pasien untuk menjalani terapi pengobatan yang benar sesuai anjuran dokter. Tak jarang, pasien lebih memilih pengobatan alternatif atau herbal yang belum terstandar dibandingkan terapi pengobatan yang disarankan dokter.

"Jadi bukan karena biopsi menyebar, tapi setelah biopsi tidak mengikuti terapi," tambah Yadi.

Yadi mengingatkan bahwa sampai saat ini belum ada terapi herbal atau alternatif yang terstandar untuk pengobatan kanker. Klaim penyembuhan kanker payudara melalui terapi herbal maupun alternatif saat ini hanya sebatas testimoni. Padahal, syarat suatu pengobatan dapat diterapkan kepada pasien harus melewati tiga tahap uji klinis terlebih dahulu.

Cukup banyak pasien kanker payudara yang mulanya datang dengan stadium awal enggan menjalani terapi. Mereka lebih mempercayakan pengobatan kanker payudara kepada terapi herbal atau alternatif. Pada akhirnya, kanker payudara mereka tetap berkembang dan kembali ke dokter dengan kondisi sudah memasuki stadium lanjut.

"Mengobati manusia, terutama kanker, bukan aktivitas main-main," jelas Yadi.

Saat ini, ada tiga jenis biopsi yang bisa diterapkan kepada pasien kanker payudara. Salah satunya adalah fine needle aspiration biopsy di mana pengambilan jaringan dilakukan dengan jarum halus di area tumor.

Jenis biopsi lainnya adalah core bipsi, di mana proses pengambilan jaringan tumor menggunakan jarum yang lebih besar. Melalui proses ini, jaringan tumor yang terambil bisa lebih banyak tanpa perlu melalui operasi.

Selain itu, ada pula biopsi bedah. Biopsi bedah bisa dilakukan jika pemeriksaan tidak dapat memberikan kepastian. Dalam biopsi bedah, biasanya proses pengangkatan tumor seluruhnya juga dilakukan sekaligus.

"Untuk mengetahui jenis kanker yang mana, itu cuma bisa dengan core biopsi atau biopsi bedah," terang Yadi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES