Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Makanan Terbukti Bantu Pengaruhi Penyebaran Kanker

Kamis 08 Februari 2018 11:29 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Winda Destiana Putri

Kertas pembungkus makanan harus diwaspadai karena bisa mengandung senyawa penyebab kanker.

Kertas pembungkus makanan harus diwaspadai karena bisa mengandung senyawa penyebab kanker.

Foto: Flickr
Asparagin sendiri bisa ditemukan dalam asparagus, serta unggas.

REPUBLIKA.CO.ID, Para ilmuwan di Cambridge mengemukakan bahwa ada bukti yang kuat hubungan antara makanan yang Anda makan dengan pertumbuhan dan penyebaran kanker. Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan tumor payudara susah untuk menyebar tanpa asupan asparagin dari makanan.

Asparagin sendiri bisa ditemukan dalam asparagus, serta unggas, makanan laut, dan banyak makanan lainnya. Asparagin sendiri adalah asam amino atau blok protein yang namanya diambil dari sayur asparagus. Ke depannya para ilmuwan berharap dapat memanfaat "kecanduan kuliner" untuk melakukan pengobatan terhadap kanker.

 

Penelitian ini sendiri dilakukan di Cancer Reasearch UK Cambridge Institute. Penelitian dilakukan pada tikus yang memiliki bentuk agresif dari kanker payudara. Biasanya hewan tersebut akan mati dalam beberapa minggu karena tumor telah menyebar ke seluruh tubuh.

 

Namun saat tikus diberikan diet rendah asparagin atau obat untuk menghambat asparagin, tumor tersebut kesusahan untuk menyebar. "Ini perubahan yang sangat besar. (Kanker) Sangat sulit ditemukan," ujar Prof Greg Hannon dilansir dari BBC, kamis (8/2).

 

Tahun lalu University of Glasgow juga menunjukkan bahwa pengurangan asupan asam amino serin dan glisin dapat memperlambat perkembangan limfoma dan kanker usus. "Kami melihat bukti yang kuat bahwa kanker tertentu memiliki kecanduan akan komponen makanan tertentu. Di masa depan, dengan memodifikasi diet pasien atau dengan menggunakan obat-obatan yang mengubah cara sel tumor mengakses nutrisi tertentu, kami berharap dapat memperbaiki hasil terapi".

 

Tumor dalam tahap awal sendiri disebut jarang mematikan. Hal ini adalah fase saat kanker menyebar ke seluruh tubuh atau metastasis dan hal ini bisa menjadi fatal

 

Sel kanker harus melalui perubahan besar untuk menyebar. Sel tersebut harus belajar untuk melepaskan tumor utama, bertaham dalam aliran darah lalu berkembang di tempat lain dalam tubuh.

 

Proses inilah yang menurut peneliti membutuhkan asparagin. Namun bagi pecinta asparagus hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena temuan ini masih perlu dikonfirmasi pada manusia dan asparagin memang sulit dihindari ada dalam makanan. Dalam jangka panjang para ilmuwan berpikir pasien akan memakai makanan minuman spesial yang bergizi seimbang, namun mengurangi asparagin.

 

Prof Charles Swanton, kepala klinik Cancer Research UK mengatakan, menariknya obat L-asparaginase digunakan untuk mengobati leukimia limfoblastik akut, yang bergantung pada asparagin. "Mungkin di masa depan, obat ini bisa diberikan kembali untuk membantu mengobati pasien kanker payudara." Uji coba lebih lanjut dikatakan masih diperlukan.

 

Sementara itu Baroness Delyth Morgan, kepala eksekutif di Breast Cancer Now mengatakan bahwa pasien tidak boleh menjalani diet drastis dalam penelitian ini. "Kami tidak merekomendasikan pasien benar-benar mengecualikan kelompok makanan tertentu dari makanan mereka tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kami juga mendorong semua pasien untuk mengikuti diet yang sehat dan beragam," tutup dia. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 Agustus 2018, 23:59 WIB