Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Waspada Bahaya Konsumsi Daging Olahan

Selasa 02 Jan 2018 04:29 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Ani Nursalikah

Kandungan garam yang tinggi pada daging olahan memicu hipertensi.

Kandungan garam yang tinggi pada daging olahan memicu hipertensi.

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ada berbagai cara menjaga kesehatan. Salah satunya dengan memperhatikan apa yang kita konsumsi. Sejumlah ahli nutrisi menyarankan tidak mengonsumsi atau paling tidak mengurangi asupan beberapa jenis makanan, termasuk daging olahan.

Ini semata-mata agar Anda bisa memasuki tahun baru dengan lebih sehat. Ahli nutrisi dari Psycle London, Rhian Stephenson menyarankan berhenti mengonsumsi daging olahan. Menurutnya, daging olahan merupakan salah satu makanan yang memiliki kandungan yang tidak sehat. Bahkan, daging olahan termasuk dalam karsinogen yang dapat merusak tubuh.

"Tidak hanya itu, daging olahan juga berkontribusi terhadap resistensi antibiotik, masalah hormon, dan menggangu proses kerja insulin. Karena itu, daging olahan kerap dihubungkan sebagai penyebab penyakit jantung, diabetes, dan pembengkakan jaringan dalam tubuh," ujar Rhian seperti dikutip Harper Bazaars, Senin (1/1).

Rhian menjelaskan, sebagian besar bahan pembuat daging olahan berasal dari hewan yang berasal dari peternakan. Artinya, mereka mendapakan pangan yang penuh dengan hormon penumbuh, antibiotik, dan zat kimia lainnya. Bahkan, ini sebelum akhirnya daging tersebut diolah dan ditambahkan bahan-bahan kimia lain yang bertujuan untuk menambahkan rasa.

Tidak hanya itu, daging olahan juga banyak mengandung sodium nitrat, bahan kimia yang digunakan agar daging tetap awet. "Jenis nitrat ini akan dikonversi menjadi nitrosamines di dalam tubuh. Kandungan itu bisa bersifat karsinogen untuk tubuh dan dapat memicu timbulnya kanker pankreas, usus, dan lambung. World Cancer Research Fund menyarankan agar kita mengurangi konsumsi daging merah dan sepenuhnya berhenti mengonsumsi daging olahan. Jadi tahun baru bisa menjadi momentum buat kita memulai sesuatu yang baru, termasuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat," ujar Rhian.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA