Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Diet Air Berisiko Membahayakan Tubuh

Kamis 28 Desember 2017 14:07 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Yudha Manggala P Putra

Air minum kemasan

Air minum kemasan

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA SERIKAT -- Banyak orang memasang target pencapaian untuk tahun baru. Salah satunya melakukan diet agar tubuh proporsional dan tampil lebih percaya diri.  

Namun, sebelum memilih jenis diet apa yang akan dilakukan, sebaiknya memperhatikan faktor kesehatannya. Salah satu yang sedang menjadi tren adalah diet air (#waterfast) atau menahan makan dan hanya mengonsumsi air.

Cara ini bagi sebagian orang dinilai cepat menurunkan berat badan. Namun, sejumlah pakar kesehatan menilainya berisiko membahayakan tubuh. “Itu dapat berdampak buruk untuk organ tubuhmu. Itu mengapa orang dengan gangguan anoreksia bisa meninggal karena serangan jantung," ungkap pakar gangguan makanan berbasis di AS Joanne Labiner yang menganggapnya serupa dengan anoreksia seperti dikutip heraldsun.com.  

"Tubuh mengkonsumsi jantung mereka. Tubuh menganggap itu mendesak dan mencoba mencegah penyimpanan lemak digunakan, dan memberikannya ke otot."

Sementara itu Presiden Asosiasi Medis Australia Dr Lorraine Baker memperingatkan risiko mengenai diet jenis ini. Apalagi bila dilakukan saat musim panas. "Jika mereka membatasi di hanya untuk air putih dan tidak mendapat asupan nutrisi seimbang juga, ada risiko terjadinya ketidakseimbangan cairan yang cukup serius,“ ujar Baker.

"Segala keuntungan yang didapat dari cara diet ini tidak akan bertahan dan kemungkinan besar menyebabkan pertumbuhan berat badan lebih cepat setelahnya," tambah dia.

Spesialist Ginjal Dr Jason Fung mengatakan diet dengan puasa jangka pendek seperti itu bisa saja berhasil namun untuk pasien tertentu. Diet air menurutnya cocok untuk mereka yang memilik berat badan berlebih (obesitas) atau memiliki diabetes tipe 2, tapi itu pun dengan catatan berada di bawah pengawasan dokter.

“Itu bisa dilakukan, tapi harus dilakukan dengan aman. Saya tidak berpikir diet jenis ini aman untuk dilakukan, tapi jika Anda kegemukan, itu bukan hal paling berbahaya juga," ujarnya dikutip Herald News.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA