Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Kemenkes Sediakan Mammografi Gratis untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Selasa 22 November 2016 07:09 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Andi Nur Aminah

Teknologi mammografi dapat mendeteksi dini kanker payudara

Teknologi mammografi dapat mendeteksi dini kanker payudara

Foto: Torin Halsey / AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai rangkaian Hari Kesehatan Nasional yang jatuh setiap 12 November, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), menyediakan mammografi gratis. Pemeriksaan mmaografi gratis ini dilaksanakan pada 18 sampai 19 November 2016 lalu di JI Expo, Kemayoran. Kegiatan yang merupakan bagian dari komitmen untuk mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini melayani masyarakat yang ingin melakukan deteksi dini kanker payudara.

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan, Dokter Lily S. Sulistyowati, mengatakan Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular. Pada periode 1990 sampai 2015, terjadi peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular (dari 37 persen menjadi 57 persen), penurunan kematian akibat penyakit menular (dari 56 persen menjadi 38 persen), serta peningkatan kematian akibat kecelakaan (dari 7 persen menjadi 13 persen).

“Tren ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan perilaku hidup, seperti pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, dan lain-lain. Oleh karena itu, penanggulangan penyakit tidak menular semakin menjadi perhatian dan penting untuk dilakukan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (22/11).

GERMAS bertujuan untuk menurunkan beban penyakit menular dan tidak menular, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan, serta penguatan sistem kesehatan melalui pendekatan siklus hidup, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta pemerataan layanan. Dengan fokus pada tiga kegiatan, yakni meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit tidak menular.

GERMAS dilakukan sebagai penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Penyediaan mobil mamografi  dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan deteksi dini kanker, khususnya kanker payudara.

Pengurus YKPI, Titin Pamuji, menjelaskan, mamografi gratis yang difasilitasi YKPI dan didukung PT Roche Indonesia ini bertepatan dengan acara Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri 2016.  Dalam satu hari, pemeriksaan dibatasi 50 orang.

YKPI biasanya bekerja sama dengan Puskesmas-puskesma di Jakarta untuk menjaring perserta pemeriksaan mamografi gratis. Mobil mamografi YKPI sangat nyaman, terdiri dari dua ruangan yaitu ruangan untuk konsultasi dan pemeriksaan payudara oleh dokter atau Clinical Breast Examination (CBE) dan ruangan mamografi yang dipertahankan suhunya tetap dingin agar alat mamografi tidak cepat rusak.

Petugas terdiri atas dokter dan radiografter yang harus seorang perempuan. Untuk setiap kelainan benjolan yang ditemukan dan dicurigai ganas, dokter akan menghubungi pasien untuk kemudian mendapatkan pendampingan dari YKPI untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut Dokter Hardina Sabrida MARS dari RS Kanker Dharmais yang bertugas di mobil mamografi YKPI, mamografi dianjurkan dilakukan pada semua perempuan berusia di atas 35 tahun dan tidak sedang hamil. Perempuan menstruasi juga bukan kontraindikasi mamografi, hanya saja dikhawatirkan sedikit lebih sensitif dengan rasa tidak nyaman selama pemeriksaan.

“Namun alat mamografi yang ada di mobil mamografi YKPI adalah alat terbaru yang sudah tidak menyebabkan nyeri atau tidak nyaman saat dilakukan pemeriksaan,” jelas Hardina.

Hardina yang selama dua tahun terakhir rutin melakukan deteksi mamografi di mobil mamografi milik YKPI ini menjelaskan bahwa minimal ditemukan satu kasus kelainan benjolan payudara yang terindikasi kanker ganas dalam satu kali kegiatan pemeriksaan (peserta 50 orang).  

Berdasarkan data dari unit mobil mammografi milik Yayasan Kanker Payudara Indonesia [YKPI] tahun 2015, dari jumlah 3.427 pasien yang diperiksa, yang terdeteksi memiliki tumor jinak sebanyak 428 orang dan ada 47 orang yang dicurigai memiliki kanker ganas.

Head of Corporate Affairs and Access PT Roche Indonesia, Lucia Erniawati,  menjelaskan komitmen Roche dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kanker melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional 2016. “Sebagai mitra Kemenkes RI, PT Roche Indonesia terus mendukung penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui payung besar kampanye ‘Kalahkan Kanker’,” ujarnya.

Pihaknya juga berupaya merangkul dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi pasien seperti YKPI. Penyediaan mobil mammografi pada kegiatan tahunan ini adalah salah satu bentuk dukungan kami untuk mengedukasi masyarakat dan mempromosikan deteksi dini kanker. “Dengan demikian, kita bisa bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih sehat”, ujar Lucia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA