Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

6 Mitos tentang Cuaca Dingin Ini Ternyata Salah

Jumat 18 November 2016 07:24 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri

Cuaca dingin. Ilustrasi

Cuaca dingin. Ilustrasi

Foto: BBC

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak mitos beredar tentang flu dan cuaca dingin yang kita percayai begitu saja. Padahal belum tentu semuanya benar, seperti yang diulas para praktisi medis berikut ini.

Cuaca dingin bikin flu

Menurut Ross Perry, dokter sekaligus direktur klinis Cosmedics, cuaca dingin bukanlah penyebab flu dan pilek. Namun, keduanya lebih banyak terjadi di musim dingin karena virus flu cepat berkembang pada suhu yang lebih rendah.

Vitamin C akan menyingkirkan flu

Dinesh Silva, dokter yang berwenang di laman konsultasi daring Doctaly mengatakan, tidak ada bukti ilmiah bahwa vitamin C membantu mencegah atau mengobati pilek. Justru, penelitian menunjukkan suplemen zinc yang dapat meredakan flu, yang dapat ditemukan dalam daging, roti, kerang, dan produk susu.

Suntik antiflu menyebabkan flu

Dokter Silva menuturkan, suntikan antiflu adalah vaksin yang dilemahkan sehingga tidak mungkin menyebabkan flu. Tapi, suntikan untuk membangkitkan reaksi kekebalan itu kadang menghadirkan kondisi seperti flu yang singkat saja.

Pengidap flu harus banyak makan

Apoteker Angela Chambers menjelaskan, cara terbaik melawan virus adalah tetap terhidrasi dan makan. Tidak perlu makan dalam jumlah besar, asuplah makanan bergizi secukupnya secara rutin untuk memberikan energi yang dibutuhkan tubuh.

Jangan pergi ke luar dengan rambut basah

Keluar rumah dengan kondisi rambut masih basah sering dianggap jadi penyebab flu dan pilek. Untungnya, dokter Hugh Coyne dari Doctify menjelaskan, seseorang tidak akan masuk angin hanya karena berangkat kerja tanpa mengeringkan rambut.

Alkohol menghangatkan tubuh

Banyak orang minum alkohol saat cuaca dingin dengan dalih menghangatkan tubuh. Padahal, dokter Coyne mengatakan, alkohol melebarkan pembuluh darah yang membuat kulit terasa hangat namun justru mengurangi suhu tubuh.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA