Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Perempuan Peneliti Buat Sistem Deteksi Bahan untuk Buat Obat HIV

Jumat 04 Nov 2016 14:31 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Agus Yulianto

Azzania Fibriani, perempuan peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB)

Azzania Fibriani, perempuan peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB)

Foto: Umi Nur Fadhilah/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perempuan peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB), Azzania Fibriani, mendapat penghargaan di bidang ilmu alam dari National Fellowship Awards for Woman 2016. Azzania mendapat penghargaan atas penelitiannya, 'sistem high throughput untuk menyeleksi kandidat obat anti HIV baru dari Indonesia.

"Saya membuat sistem yang bisa digunakan untuk menyeleksi obat HIV," kata Azzania saat ditemui di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Kamis (3/11).

Dia mengatakan, banyak orang di Indonesia terkena penyakit HIV. Namun, bahan-bahan pembuatan obat, masih menggunakan sumber daya alam dari luar Indonesia.

Selain itu, obat-obat untuk HIV belum menyasar kalangan menengah ke bawah khususnya di negara berkembang. "Tidak semua laboraturium di Indonesia punya fasilitas lab yang tepat. Saya gunakan satu sistem untuk mendeteksi obat anti HIV," ujat Azzania.

Dia menjelaskan, penelitiannya melibatkan mikroba rekombinan yang membawa tiga gen penting, yakni, gen HIV, gen regulator dan gen pelopor. Sistem high throughput akan memberikan sinyal positif apabila terdapat senyawa yang dapat menghambat perbanyakan virus HIV. Sebaliknya, sistemnya akan memberikan hasil negatif pada senyawa yang tidak dapat menghambat pertumbuhan virus HIV.

Azzania menjadi satu dari empat perempuan peneliti yang menerima penghargaan. Menurutnya, kendati perempuan punya banyak peran, namun harus terus berkiprah.

Dia mengaku, beruntung selalu mendapat dukungan dari orang tua, suami, dan anak dalam berkarir sebagai peneliti. "Menjadi peneliti wanita tak mudah, dia ibu, puteri dan sangat berperan dalam keluarga," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA