Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

17,5 Juta Penduduk Dunia Berpenyakit Jantung

Kamis 06 Oct 2016 20:52 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Penyakit jantung.

Penyakit jantung.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak 17,5 juta penduduk dunia tercatat sebagai masyarakat yang memiliki penyakit jantung. Karenanya, masyarakat Indonesia diminta untuk mengenali gejala penyakit tersebut.

"Penyakit jantung sampai saat ini masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya 17,5 juta penduduk dunia di mana 30 persen diantaranya mengalami kematian akibat penyakit jantung," ungkap Kardiolog Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Budi Yuli Setianto di Yogyakarta, Kamis (6/10).

Dalam Talkshow Kesehatan Jantung dan Gaya Hidup Masyarakat Modern di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM, dia mengatakan, pentingnya untuk mengenali gejala dari serangan jantung, sebab gejala serangan jantung biasa ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri di dada.

Umumnya, katanya, gejala tersebut disertai dengan keringat dingin, sesak napas, pusing, mual, dan pingsan. "Kalau terjadi nyeri pada dada seperti diberi beban berat harus diwaspadai ada gejala serangan jantung. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter," kata dia.

Budi Yuli menyampaikan, bahwa serangan jantung tidak datang secara tiba-tiba. Namun demikian, serangan jantung muncul dengan ditandai dari ketidaknyamanan ringan di dada.

Menurut dia, rasa tidak nyaman itu biasanya bersifat datang dan pergi, bahkan tidak sedikit penderita jantung yang sudah pernah terkena serangan jantung terkadang tidak bisa mengenali tanda-tanda itu. Hal ini disebabkan serangan terjadi dengan pola gejala yang berbeda dari serangan sebelumnya.

"Sekitar 25 persen dari seluruh serangan jantung terjadi tanpa disertai dengan tanda-tanda. Karena itu, jika masyarakat mengalami serangan jantung secara tiba-tiba, maka harus segera ke rumah sakit terdekat," katanya.

Sebab, setiap menit waktu sangat berarti bagi keselamatan hidup penderita. Jangan menunda lebih dari lima menit untuk menghubungi petugas kesehatan atau langsung bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secepatnya, tambah dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA