Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Mengapa Bertambah Gemuk Setelah Puasa?

Kamis 25 Jun 2015 12:45 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Selama berpuasa, perbanyak konsumsi buah dan sayur untuk meraih manfaat yang optimal bagi kesehatan.

Selama berpuasa, perbanyak konsumsi buah dan sayur untuk meraih manfaat yang optimal bagi kesehatan.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah berpuasa sekitar satu bulan, tak sedikit orang yang kaget ketika ia menimbang berat badannya. Pasalnya selepas puasa berat badannya justru naik. Sebenarnya apa penyebabnya, mengapa tubuh bertambah gemuk setelah puasa?

Dokter  Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Sri Sukmaniah MSc, SpGK mengatakan di Indonesia kebiasaan yang kurang tepat kerap dilakukan saat berbuka puasa. Antara lain kebiasaan berbuka dengan yang manis seperti sirup, es buah, cendol, kolak dan lainnya.

Sri menjelaskan seringkali orang pada umumnya tidak memilih dan membatasi dengan baik asupan minuman manis selama bulan puasa sehingga membuat ia tidak merasakan manfaat kesehatan dari puasanya.

“Jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi minuman manis berkalori tinggi secara berlebih pada saat buka puasa, maka dapat terjadi penimbunan kalori berupa lemak. Padahal, seharusnya puasa justru dapat menjadi kiat membantu mengurangi berat badan atau mempertahankan berat badan jika dijalankan dengan asupan gizi dan nutrisi yang sehat,” ujarnya kepada wartawan dalam acara Media Briefing AQUA Ramadhan #AQUA242 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lalu air apa yang paling baik untuk dikonsumsi? Menurutnya air putihlah yang terbaik. Karena secara alamiah air mengandung mineral.

“Mengapa memilih air putih? Karena air putih adalah cairan yang paling alami untuk menghidrasi tubuh kita. Air putih tidak mengandung pemanis (kalori), pewarna ataupun pengawet (preservative),” ujarnya.

Namun, dokter Sri tidak memungkiri ketika bulan puasa tiba, undangan untuk buka bersama banyak jumlahnya. Saat itu, makanan yang disajikan beraneka ragam, mulai dari es buah, kolak dan cendol. Sementara air putih kurang dilirik.

Makanan dan minuman manis, lanjutnya, tetap bisa dikonsumsi. Tapi dengan porsi terbatas hanya satu porsi saja. “Jelang buka puasa kadar gula darah menurun, karena itu saat buka kita membutuhkan makanan atau minuman manis. Tapi hanya satu porsi,” ujarnya.

Selain itu menjelang berbuka, tubuh juga mulai mengalami dehidrasi. Karena itu, begitu adzan berkumandang segera minum air putih. Setelah itu barulah makan kolak atau cendol atau es buah. Kemudian minum kembali air putih.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA