Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Ternyata Buku Elektronik Merusak Tidur dan Kesehatan

Kamis 25 Dec 2014 04:13 WIB

Rep: C06/ Red: Winda Destiana Putri

Ebook (ilustrasi)

Ebook (ilustrasi)

Foto: Foxnews

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA SERIKAT -- Jika Anda meringkuk di bawah selimut dengan buku elektronik atau e-book untuk membaca sebagai pengantar tidur, maka hal tersebut akan merusak tidur anda dan mungkin kesehatan anda.

Seperti dilansir dari laman BBC, Kamis (25/12) sebuah tim dari Harvard Medical School telah melakukan perbandingan atara membaca buku kertas dengan buku elektronik bagaimana kualitas pemancar cahaya sebelum tidur.

Mereka menemukan jika butuh waktu lebih lama untuk tertidur bagi pembaca buku elektronik, hal tersebut menyebabkan kualitas tidur buruk dan menjadi lebih lelah keesokan harinya. Para ahli mengatakan jika pembaca buku kertas akan baik-baik saja, hal tersebut dikarenakan tidak ada paparan cahaya dari buku kertas.

Para ahli juga mengatakan orang harus meminimalkan paparan cahaya di malam hari. Tubuh kita terus selaras dengan irama siang dan malam oleh jam biologis tubuh, yang menggunakan cahaya untuk memberitahu waktu. Tapi cahaya biru, panjang gelombang yang umum di ponsel pintar atau smartphone, tablet dan lampu LED, mampu mengganggu jam tubuh. Cahaya biru di malam hari dapat memperlambat atau mencegah produksi hormon tidur melatonin.

Uji coba dilakukan kepada dua belas orang yang dikunci di sebuah laboratorium, dan tidur selama dua minggu. Mereka menghabiskan lima hari membaca novel dan lima hari dari iPad. Kemudian dilakukan tes, sampel darah rutin menunjukkan produksi hormon tidur melatonin berkurang dengan membaca buku elektronik.

Peneliti utama Prof Charles Czeisler mengatakan bahwa cahaya  yang dipancarkan oleh sebagian besar pembaca buku elektronik bersinar langsung ke mata pembaca, sedangkan dari buku cetak atau kindle asli, pembaca hanya terkena cahaya yang dipantulkan dari halaman buku. Dia mengatakan, mengganggu tidur pada gilirannya mempengaruhi kesehatan.

"Kekurangan tidur telah terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta kanker," katanya.

Sementara Dr Victoria Revell, yang meneliti dampak cahaya pada tubuh di University of Surrey, mengatakan bahwa ini merupakan studi yang sangat baik dan benar-benar menarik.

"Kita harus menasihati orang untuk meminimalkan mereka dari pancaran cahaya buku elektronik saat digunakan di malam hari, terutama remaja yang lebih sering menggunakan ponsel atau tablet sebelum tidur," katanya menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA