Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Thursday, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Konsumsi Garam Harian di Indonesia 15 Gram Lebih Tinggi

Ahad 06 Oct 2013 12:39 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Djibril Muhammad

Garam

Garam

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -  Data dari Indonesian Society of Hypertension (INASH) menunjukkan asupan garam harian di Indonesia dapat  mencapai angka 15 gram lebih tinggi dari jumlah yang direkomendasikan WHO (Badan Kesehatan Dunia).

Hal itu dikemukakan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik yang dikirim ke Republika, Ahad (6/10).

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007 dan 2010) diketahui hampir seperempat (24,5 persen) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau lebih.

Selanjutnya penduduk Indonesia yang sering makan/ minum manis sebesar 65,2 persen, dan sering makan makanan tinggi lemak 12,8 persen, kurang sayur buah 93,6 persen dan kurang aktifitas fisik 48,2 persen.

Hal itu tentu saja bisa menyebabkan berbagai PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti hipertensi, stroke, jantung, Diabetes Mellitus.

Prevalensi PTM di Indonesia menurut hasil survei tahun 2007 menunjukkan 1 dari 3 orang Indonesia menderita hipertensi, 7 dari 100 orang menderita penyakit jantung dan 6 dari 100 orang menderita Diabetes Melitus.

Lebih lanjut Prof Tjandra mengatakan trend kematian akibat PTM di Indonesia terus meningkat terlihat hasil survei tahun 1995 adalah 41,7 persen, hasil surveil tahun 2001 adalah 49,9  persen dan hasil survei

tahun 2007 adalah persen.   

Menurut WHO 2010, kematian akibat PTM di dunia adalah akibat kardiovascular 39 persen, kanker 27 persen, Diabetes Melitus (DM) 4 persen dan PTM lainnya 12 persen.

Sementara itu di Indonesia berdasarkan survei tahun 2007, kematian PTM tertinggi akibat penyakit jantung (hipertensi dan cardiovascular) sebesar 16,5 persen, Stroke 15,4 persen , DM 5,7 persen dan kanker 5,7 persen.

Mengonsumsi garam berlebihan bisa memicu terjadinya hipertensi dan penyakit stroke. Sedangkan mengonsumsi lemak berlebihan memicu terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, dislipidemia serta kanker. 

Telah terbukti dengan menurunkan konsumsi garam mencegah lebih dari 513.000 kasus stroke dan lebih dari 480.000 kasus serangan jantung diantara penduduk Amerika berumur 40-85 tahun.

Oleh sebab itu untuk mencegah terjadinya PTM perlu dilakukan pembatasan konsumsi gula garam lemak, yaitu konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram (empat sendok teh), garam (natrium) tidak lebih 2000 miligram (satu sendok teh) dan lemak total tidak lebih dari 67 gram (lima  sendok makan) per orang perhari.

Serta konsumsi buah dan sayuran yaitu lima prosi (400-500 gram) per hari (satu porsi setara dengan satu  buah jeruk, apel, mangga, pisang atau satu mangkok sayuran dimasak.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA