Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Jangan Remehkan Diabetes, Bisa Picu Kebutaan

Sabtu 16 Feb 2013 08:16 WIB

Red: Endah Hapsari

Mata. Ilustrasi.

Mata. Ilustrasi.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC---Karena obesitas telah menjadi problem mendunia, salah satu konsekuensi seriusnya adalah –penyakit Diabetes tipe 2- juga menjadi pandemi. Dan terdapat kekhawatiran yang meningkat sehubungan dengan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan diabetes, termasuk penyakit mata, karena jika dibiarkan tanpa perawatan, bisa menyebabkan kebutaan.

Susan Viitale adalah ahli epidemiologi yang menemukan kecendrungan global yang berbahaya ini. “Ini adalah kecenderungan yang menakutkan melihat jumlah yang terus meningkat dan masalah penglihatan juga meningkat karena diabetes,” kata Viitale seperti dilansir voaindonesia.com.

Penyebab utama kebutaan karena diabetes ini adalah kondisi yang disebut diabetic retinopathy.

Ini disebabkan oleh pembuluh darah di retina, bagian mata yang mengubah cahaya menjadi impuls-impuls saraf yang membuat kita bisa melihat. Pada sebagian orang, pembuluh-pembuluh darah itu membengkak dan bocor, dan ada juga yang mengalami pertumbuhan pembuluh darah abnormal di permukaan retina. Kebanyakan penderita diabetic retinopathy ini tidak menyadari hal ini sampai pandangan mereka menjadi kabur.

“Perubahan terjadi sedikit demi sedikit, dan itu tidak berdampak pada penglihatan. Kita mungkin tidak merasakan apa-apa awalnya, sampai kita merasakan ada sesuatu yang tidak beres, dan saat itu penyakit itu mungkin sudah sangat parah,” papar Viitale.

Jerry Fishman menderita diabetic retinopathy. Ia mengatakan kedua retinanya membengkak sebegitu besarnya sehingga membuatnya tidak mungkin untuk melihat dengan jelas.

Dr. David Friedman dari Johns Hopkins School of Medicine di Baltimore memimpin studi mengenai kebutaan dari tahun 1999 sampai 2002 dan dari 2005 hingga 2008. Ia mengatakan, “Faktor utama penyebab meningkatnya kebutaan adalah apabila seorang menderita diabetes selama 10 tahun atau lebih.”

Para peneliti itu juga melihat pada data yang menunjukkan bahwa orang mulai mengidap diabetes pada usia yang lebih muda.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA