Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Usia Makin Tua, Gairah Seksual Meredup, Solusinya?

Kamis 17 Jan 2013 09:26 WIB

Red: Endah Hapsari

Pasangan tua yang mesra

Pasangan tua yang mesra

Foto: tumblr.com

REPUBLIKA.CO.ID, Periode awal pernikahan merupakan saat paling membahagiakan dari sepasang suami istri. Gelora api asmara masih berkobar dalam kehidupan rumah tangga. Gairah dan hasrat untuk saling mengasihi masih terpupuk sehingga tumbuh segar.

Tahun demi tahun berlalu, datang anak pertama, kedua, dan seterusnya. Usia semakin bertambah tua, kemampuan fisik sudah semakin berkurang. Perubahan itu tentu membawa dampak pada kehidupan seksual dalam pasangan tersebut. ''Begitu mempunyai anak semua ikut sibuk mengurusi, lalu setelah anak-anak besar dan berkeluarga akhirnya jadi malas berhubungan badan,'' ujar Dr Anita Gunawan MS Sp And. Padahal seks juga merupakan salah satu kebutuhan alami manusia.

Meski pasangan sudah berumur, menurut dokter dari Klinik Andrologi Rumah Sakit Pertamina ini, tidak ada salahnya untuk kembali mengenang masa-masa muda mereka yang penuh gairah. Sebab, berhubungan badan bukan sekadar melanjutkan keturunan tetapi juga unsur rekreasi dan juga kesakralan di dalamnya.

Namun, memang perlu diperhatikan lagi sejauh mana kesehatan kehidupan seksual mereka. Sebuah siklus seksual yang sehat harus mengaitkan lima hal penting, yaitu adanya hasrat atau gairah rangsangan, orgasme, ejakulasi, sehingga nanti akhirnya bisa mencapai kepuasaan.

Kepuasan seksual juga berarti masih berfungsinya organ-organ seksual secara optimal. Seperti masih mampunya penis untuk mengeras saat ereksi, pelumasan pada bagian vagina, dan juga ereksi pada klitoris. Jika tiga hal tersebut masih terpenuhi maka kualitas kesehatan seksual pasangan tersebut masih terjaga.

Hubungan seksual sehat

Dalam sebuah hubungan seksual, jelas Anita, dalam sebuah hubungan seksual banyak sekali faktor-faktor pendukung yang terlibat. Hubungan alami antara suami istri ini memang sepertinya tampak mudah tetapi ternyata melibatkan libido, fantasi erotis, kondisi organ reproduksi yang baik, fungsi hormon-hormon dalam tubuh yang masih normal, dan hubungan emosional pasangan.

Untuk sampai pada tahapan keinginan melakukan hubungan tentunya sangat diperlukan rangsangan seksual sebagai pemicu. Rangsangan ini bisa timbul dari mana saja. Hasrat atau gairah bisa timbul dari sebuah pandangan, bau-bauan, sentuhan, atau dari fantasi. Hal yang terakhir inilah yang biasanya berperan penting karena imajinasi bisa terbang ke mana-mana dan membantuk apa saja yang diinginkan.

Melalui penglihatan yang bagi seseorang mengandung nuansa erotis maka sensor tersebut akan dilanjutkan ke otak yang kemudian merangkai fantasi-fantasi seksual. Rangsangan itu kemudian diteruskan ke organ-organ reproduksi dengan bantuan jaringan saraf. Hingga akhirnya timbul reaksi pada organ-organ itu (ereksi pada pria dan lubrikasi pada wanita). Pada saat seperti pasangan tersebut sudah siap untuk berhubungan hingga kemudian tercapainya klimaks atau kepuasaan seksual yang membuat mereka merasa relaks. Jika semua ini berjalan normal maka bisa dikatakan mereka melakukan hubungan seksual yang sehat.

''Dari proses ini sebenarnya yang paling berperan adalah otak,'' kata Anita. Imajinasi dan hasrat atau keinginan seksual semua berasal dari organ lunak berwarna putih itu.

Otak sebagai pusat berpikir juga merupakan alat pengontrol saat pasangan suami istri berhubungan badan. Otak sebenarnya bisa mengatur kepuasaan yang bakal didapat pasangan tersebut. Meskipun, pria cenderung lebih cepat mengalami orgasme jika dibandingkan dengan wanita.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA