Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Rutin Konsumsi Kismis Cegah Tekanan Darah Tinggi

Senin 26 Mar 2012 11:09 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

kismis

kismis

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Rutin mengonsumsi segenggam kismis tiga kali sehari diyakini mampu membantu mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Dengan begitu, risiko utama penyakit jantung bisa ditekan.

Kesimpulan itu didapat dari studi yang disajikan dalam konferensi utama kardiologi Amerika Serikat, Ahad (25/3).

Dari percobaan klinik yang dilakukan secara acak, dipercaya sebagai pengukuran resmi pertama mengenai manfaat kismis pada tekanan darah, melibatkan 46 orang dengan kondisi yang diketahui sebagai pra-hipertensi. Tekanan darah mereka berkisar dari 120 per 80 militer merkuri (mm Hg) sampai 139 milimeter merkuri per 89 mm HG, atau lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah normal.

Dibandingkan dengan orang yang mengemil kue atau biskuit, kelompok yang mengonsumsi kismis memperlihatkan penurunan mencolok tekanan darah mereka, dalam beberapa kasus menurunkan jumlah tertinggi, atau systolic pressure, hingga 10,2, atau tujuh persen selama studi 12 pekan.

Para peneliti tersebut tak yakin secara pasti, mengapa kismis memperlihatkan hasil sangat baik. Tapi, mereka menduga hal itu berkaitan dengan tingginya kadar potassium di dalam anggur kering yang menyusut itu.

"Kismis dipenuhi dengan potassium, yang diketahui menurunkan tekanan darah," kata pemimpin peneliti Harold Bays, Direktur Medis di Louisville Metabolic and Atherosclerosis Research Center.

"Kismis juga adalah sumber yang baik bagi fiber makanan anti-oksidan yang mungkin bisa mengubah biokemistri pembuluh darah, dan membuatnya jadi tak terlalu keras. Pada gilirannya, itu bisa mengurangi tekanan darah," kata Bays sebagaimana dikutip AFP.

Segenggam kismis, sebanyak 60 butir, berisi satu gram fiber dan 212 miligram potassium. Kismis seringkali disarankan sebagai bagian dari makanan rendah-lemak tapi kaya akan serat guna mengurangi tekanan darah.

sumber : AFP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA