Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Apakah Kanker Payudara termasuk Penyakit Keturunan?

Selasa 21 Feb 2012 09:02 WIB

Red: Endah Hapsari

Simbol kanker payudara

Simbol kanker payudara

Foto: akiavintage.com

REPUBLIKA.CO.ID, Selama ini berkembang anggapan bahwa kanker termasuk penyakit keturunan. Bila sang ibu menderita kanker, maka ada kemungkinan sang putri pun akan menderita penyakit serupa. Benarkah demikian?

Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar FKUI, kanker payudara seperti juga kanker yang lain, bukan penyakit yang menular ataupun penyakit keturunan. Kendati begitu, sekitar tujuh persen, jadi hanya sebagian kecil kanker payudara, memang diturunkan dalam keluarga. Bila ada orang tua terkena kanker payudara, belum bisa dikatakan bahwa si anak cenderung mendapatkan kanker tersebut di waktu mendatang.

Namun, tidak berarti pula kita bisa santai-santai saja. Zubairi menyarankan agar kita tetap memperbaiki gaya hidup dan segera beralih ke gaya hidup sehat. Ada beberapa gaya hidup yang memudahkan munculnya kanker payudara, yaitu makanan tinggi lemak, merokok, dan konsumsi alkohol. Jadi batasilah konsumsi lemak seperti makanan berlemak, sop buntut, susu full-cream, es krim, sampai jeroan. Hindari pula rokok dan kebiasaan menenggak alkohol.

Sebenarnya, kata Zubairi, kanker payudara bisa dicegah. Kecuali bila ada kakak atau adik kandung (first degree relative) yang terkena kanker payudara juga, maka risiko terkena penyakit yang sama menjadi meningkat sekali, artinya sekitar 80 persen kemungkinan mengalami kanker payudara.

Bila dua anggota keluarga terdekat terkena kanker payudara, Zubairi menyarankan agar seorang wanita juga memeriksakan darahnya, apakah ada mutasi gen BRCA-1 dan BRCA-2. Mutasi genetik tersebut menandakan kemungkinan terkena kanker payudara di kemudian hari menjadi sekitar 80 persen. Pemeriksaan mutasi genetik BRCA-1 dan BRCA-2 saat ini sudah bisa dikerjakan di RS Kanker Dharmais.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA