Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Khawatir tentang Keamanan Tablet Vitamin? Ini jalan Keluarnya!

Jumat 14 Oct 2011 08:48 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Tampak berbagai jenis multivitamin di tangan seorang perempuan.

Tampak berbagai jenis multivitamin di tangan seorang perempuan.

Foto: corbis

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Dua penelitian minggu ini mengangkat kekhawatiran tentang keamanan  suplemen vitamin. Sebuah studi terhadap hampir 40 ribu wanita sepuh menemukan risiko kematian lebih tinggi pada mereka yang mengonsumsi suplemen makanan, termasuk multivitamin, asam folat, zat besi, dan tembaga.

Studi lain menemukan bahwa laki-laki yang mengonsumsi dosis tinggi vitamin E - 400 unit sehari - selama lima tahun memiliki risiko sedikit peningkatan kanker prostat.

Sebanyak sepertiga orang Amerika mengkonsumsi vitamin dan hampir setengah dari mereka yang berusia 50 tahun ke atas mengonsumsi  multivitamin. Publik AS membelanjakan 9,6 miliar dolar AS tahun lalu untuk berbelanja vitamin, naik dari  7,2 miliar dolar AS tahun 2005.

Namun tidak ada bukti jelas bahwa multivitamin menurunkan risiko kanker, penyakit jantung, atau masalah kesehatan kronis lainnya. Namun, promosi gencar-gencaran  antioksidan pada vitamin A dan E dan beta-karoten, menjadi bumerang ketika studi menemukan risiko kesehatan yang lebih.

Jadi, agaimana Anda bisa memilih yang paling aman? Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin adalah makan makanan yang secara alami mengandung mereka, kata Jody Engel, seorang ahli gizi dari Dietary Supplements. "Makanan menyediakan lebih dari sekedar vitamin dan mineral, seperti serat dan bahan-bahan lain yang mungkin memiliki efek kesehatan yang positif."

Untuk amannya, ia memilah penggunaan tablet vitamin seperti ini:

- Wanita postmenopause perlu kalsium dan vitamin D untuk melindungi tulang mereka.

- Perempuan yang merencanakan kehamilan atau tengah hamil boleh mengonsumsi folat, atau asam folat, untuk mencegah cacat lahir bayi mereka.

- Orang-orang di atas usia 50 dan vegetarian mungkin membutuhkan vitamin B 12. "Seiring dengan bertambahnya usia, tubuh tidak lagi memproduksi cukup asam dalam perut untuk mengekstrak B 12 dalam makanan," jelas David Schardt, seorang ahli gizi.

- Wanita hamil, mungkin membutuhkan zat besi tambahan.

- Bayi membutuhkan ASI dan vitamin D.

untuk lebih amannya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter Anda.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA