Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Sudah Ngopi Hari Ini? Rutinkan dan Risiko Terserang Kanker Prostat Kian Kecil

Rabu 18 May 2011 08:58 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Minum kopi pagi hari (ilustrasi)

Minum kopi pagi hari (ilustrasi)

Foto: ngerumpi.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Makin banyak makin baik, teori itu berlaku pada kebiasaan minum kopi guna menangkal risiko kanker prostat yang mematikan.  Itulah hasil satu studi besar AS yang disiarkan Selasa oleh para peneliti di Harvard School of Public Health.

Pria yang minum enam gelas kopi atau lebih per hari menghadapi 60 persen risiko lebih rendah untuk terserang kanker dan 20 persen lebih rendah dalam menghadapi pembentukan jenis kanker prostat dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi, katanya.

Bahkan cuma satu hingga tiga gelas per hari pun berkaitan dengan risiko 30 persen lebih rendah dalam perkembangan kanker prostat yang mematikan. "Tak banyak studi secara khusus telah mengkaji hubungan konsumsi kopi dengan risiko kanker prostat yang mematikan, bentuk penyakit yang paling penting dicegah," kata asisten profesor Harvard dan penulis senior Lorelei Mucci.

"Studi kami adalah studi yang terbesar di bidang ini, yang mengkaji apakah kopi dapat menurunkan risiko kanker prostat yang mematikan," kata wanita ilmuwan itu sebagaimana dikutip AFP, Rabu.

Apakah kopi itu berkafein atau tidak, tetap memiliki dampak sama, sehingga para peneliti menduga risiko yang lebih rendah dapat berkaitan dengan manfaat anti-oksidan dan anti-radang pada kopi.

Kanker prostat adalah bentuk kanker yang paling umum ditemukan pada pria meski tak selalu mematikan. Pemeriksaan darah dapat mendeteksi kanker tersebut pada tahap dini, dan kanker itu dapat dikategorikan dalam apa yang dikenal sebagai skor Gleason; makin tinggi skornya, makin mungkin kanker tersebut menyebar.

Ada 16 juta penyintas kanker prostat di seluruh dunia, dan satu dari enam pria di Amerika Serikat akan terserang kanker prostat selama hidup mereka. Faktor risiko secara khusus berkaitan dengan penyakit tersebut mulai pola makan Barat, yang kaya akan lemak, keturunan, alkohol dan pajanan terhadap bahan kimia.

Studi itu meneliti 47.911 pria AS yang melaporkan setiap empat tahun berapa banyak kopi yang mereka minum dari 1986 sampai 2008. Selama proses studi tersebut, sebanyak 5.035 kasus kanker prostat dilaporkan, termasuk 642 kasus kematian, atau metastatik.

Risiko yang lebih rendah terlihat pada peminum kopi yang secara konstan menenggak minuman hitum tersebut. Bahkan dalam penelitian, periset telah mempertimbangkan faktor lain yang secara khusus mendorong risiko kanker prostat, yang lebih sering terlihat pada peminum kopi dibandingkan orang yang tidak minum kopi, seperti merokok dan tak berolah-raga, ternyata risiko itu tetap rendah pada peminum kopi rutin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA