Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Hati-hati, 20 Persen Kanker Disebabkan oleh Infeksi Lo!

Kamis 28 Apr 2011 06:00 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Pasien kanker. Ilustrasi

Pasien kanker. Ilustrasi

Foto: 1vitaplus.com

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -  Direktur Diamantina Institute, Australia, Prof Ian Frazer, mengatakan, 20 persen penyakit kanker di seluruh dunia disebabkan oleh infeksi. "Satu dari tiga di antara kita akan terjangkit kanker dalam tahap tertentu," katanya di depan para mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, Surabaya.

Menurut dia, di Australia sebuah kelompok kanker misterius telah menyebabkan diluncurkannya sebuah penyelidikan tak lazim. "Sebanyak 16 wanita yang bekerja dalam satu tempat kerja terjangkit kanker payudara, sebagian besar dari mereka masih muda," katanya.

Dan, yang lebih mengejutkan lagi, tak satu pun penderita kanker di Australia itu yang memiliki riwayat keluarga atas penyakit tersebut.

Satu tim ilmuwan telah memulai penyelidikan untuk mengetahui apakah kemungkinan penyebabnya adalah virus. "Ini suatu ide kontroversial dengan dampak yang luar biasa," katanya.

Sementara itu, di Amerika Serikat para peneliti sedang memburu suatu virus yang memicu kanker payudara pada tikus.

Di Inggris, penyakit leukemia pada anak sedang diteliti dan infeksi adalah tersangka utamanya, sedangkan di Jerman, para detektif yang cerdas memecahkan teka-teki maut dari virus-virus yang menyebabkan kanker serviks.

Di Vanuatu, terjadi revolusi medis atas peluncuran vaksin pertama di dunia yang khusus direkayasa untuk menghentikan kanker.

Frazer datang ke Indonesia untuk memberikan pemahaman tentang kanker dan pemutaran film dokumenter di FK Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (26/4) dan di FK Unair, Surabaya, Rabu. Ia adalah pencipta vaksin human papillomavirus (HPV), vaksin pertama yang dirancang khusus untuk menghentikan kanker serviks.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA