Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

CoolSclupting, Metode Buang Lemak tanpa Bedah

Kamis 08 Jun 2017 12:48 WIB

Red: Esthi Maharani

Salah satu pasien JAC sedang menjalani terapi CoolSclupting. Terapi yang bertujuan mengurangi lemak ini telah mendapatkan persetujuan dari FDA Amerika Serikat

Salah satu pasien JAC sedang menjalani terapi CoolSclupting. Terapi yang bertujuan mengurangi lemak ini telah mendapatkan persetujuan dari FDA Amerika Serikat

Foto: Dok Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, Salah satu jalan pintas untuk membuang lemak berlebih dari tubuh dalam waktu singkat ialah melalui sedot lemak atau liposuction. Namun, seperti halnya tindakan operasi lain, sedot lemak juga memiliki beberapa risiko yang cukup menakutkan bagi sebagian orang.

"(Berdasarkan survei) 70 persen orang tidak akan pernah melakukan terapi fat reduction melalui pembedahan," ungkap dokter sekaligus ahli CoolSclupting dari Jakarta Aesthetic Center (JAC) dr Olivia Ong dipl. AAAM saat ditemui di JAC, Jakarta.

Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, proses pengurangan lemak kini bisa dilakukan lebih cepat tanpa melalui proses pembedahan yang berisiko. Terapi pengurangan lemak tanpa proses pembedahan ini dikenal sebagai CoolSclupting.

Terapi CoolSclupting dapat digunakan untuk mengurangi lemak di berbagai area tubuh mulai dari bawah dagu, perut, lengan hingga paha. Penggunaan alat CoolSclupting juga telah mendapatkan izin dari FDA di Amerika Serikat sehingga terjamin keamanannya bagi pasien.

Terapi CoolSclupting memanfaatkan suhu dingin yang dikombinasikan dengan waktu untuk mematikan sel lemak berlebih dalam tubuh. Ahli CoolSclupting JAC lainnya dr Olivia Aldisa mengatakan suhu dingin efektif untuk mengurangi lemak karena lemak cenderung lebih sensitif terhadap suhu dingin. Sebagai termoregulator dalam tubuh, lemak akan bekerja untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Ketika tubuh terpapar suhu dingin, lemak akan terbakar agar tubuh tetap hangat.

"Pada suhu tertentu lemak akan mati duluan dibandingkan sel-sel lain," jelas Aldisa.

Melalui terapi CoolSclupting, area tubuh yang kelebihan lemak akan dipaparkan dengan suhu dingin sekitar -10 derajat Celcius hingga 13 derajat Celcius tergantung alat CoolSclupting yang digunakan. Suhu dingin ini hanya dipaparkan selama 35-43 menit per cycle.

Oleh karena itu, sebelum menjalani terapi CoolSclupting pasien harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter untuk menentukan seberapa banyak cycle yang dibutuhkan dalam terapi. Aldisa mencontohkan, untuk membuang double chin umumnya dibutuhkan dua cycle terapi Cool Sclupting.

"(Saat dipaparkan suhu dingin) Rasanya seperti ditempel es, sambil agak sedikit dicubit," terang Aldisa.

Aldisa menekankan terapi CoolSclupting bukan cara instan untuk mengurangi lemak saat itu juga. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga dua atau tiga bulan untuk melihat hasil dari terapi CoolSclupting. Meski begitu, terapi ini membantu proses pengurangan lemak menjadi lebih cepat dibandingkan biasanya.

Setelah terapi CoolSclupting, pasien juga harus memperbaiki pola hidup. Beberapa di antaranya dengan menjalani pola makan sehat dan olahraga secara teratur.

"Diet dan olahraga tidak mengurangi tetapi mengecilkan sel lemak. Kalau CoolSclupting mengurangi sel lemak sekitar 20-30 persen," jelas ahli Cool Sclupting JAC lainnya dr Riccawati Santoso.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA