Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Asbisindo Ajukan Skema Pangsa Bank Syariah 20 Persen

Ahad 24 Nov 2019 16:17 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Perbankan Syariah

Perbankan Syariah

pemerintah harus memberikan insentif agar bank syariah bisa lebih kompetitif di pasar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) membuat dua skema proyeksi pertumbuhan pangsa pasar bank syariah Indonesia dalam lima tahun ke depan. Pertama, skema organik yang artinya skema pertumbuhan dari bisnis berjalan seperti biasa. Kedua skema anorganik yang berisi sejumlah terobosan dan gebrakan.

Baca Juga

Direktur Eksekutif Asbisindo Herbudhi S Tomo menyampaikan pertumbuhan organik hanya akan membawa bank syariah ke pangsa pasar enam persen dalam lima tahun kedepan. Namun skema anorganik bisa membawa hingga posisi market share sebesar 20 persen.

"Skema 20 persen ini tentu dengan terobosan-terobosan yang dilakukan oleh pemerintah," kata dia, kemarin di Bogor.

Menurutnya, Asbisindo sudah menyampaikan hal ini pada Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sebagai saran yang akan dibawa ke pemerintah dan DPRD. Asbisindo juga akan menyampaikannya langsung pada DPRD dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 25 November 2019 besok.

Untuk mencapai 20 persen, pemerintah harus memberikan insentif agar bank syariah bisa lebih kompetitif di pasar. Misal, menurunkan pajak deposito syariah yang secara karakteristik mirip reksa dana. Industri meminta pajak deposito syariah dipotong jadi lima persen dari 20 persen saat ini disamakan dengan deposito konvensional.

Selain itu, pemerintah diminta mengeluarkan peraturan yang mengaitkan industri halal dengan keuangan syariah. Seperti, perusahaan yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) harus memiliki dana operasional yang ditempatkan di bank syariah. Kemudian, perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal harus punya rekening di bank syariah.

"Selama ini kan tidak ada kaitannya industri-industri halal dengan keuangan bank syariah," kata pria yang akrab disapa Tomo itu.

Termasuk filantropi Islam yang disarankan mengalirkan dananya melalui bank-bank syariah. Selain itu, pemerintah bisa berangsur menempatkan dana APBN di bank-bank syariah. Dari sisi regulasi, perlu gebrakan besar jika mau pangsa pasar perbankan syariah mencapai 20 persen. Yakni, mengkonversi satu bank BUMN atau merger bank-bank syariah anak perusahaan bank BUMN.

Tomo mengaku tidak menyebut bank mana yang bisa jadi sasaran konversi. Asbisindo hanya memberikan saran, murni untuk menangkap pasar potensi syariah dan menjalankan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengarusutamakan ekonomi syariah. Menurut Tomo, tanpa konversi atau merger pangsa pasar tidak akan sampai 15 persen.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA