Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

NTB Sinergikan Bank Syariah dengan Wisata Halal

Kamis 13 Sep 2018 17:24 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nur Aini

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi bersama Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo, Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar, Wali Kota Mataran Ahyar Abduh, dan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid meresmikan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di Ballroom Islamic Center NTB, Kota Mataram, NTB, Kamis (13/9).

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi bersama Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Raharjo, Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar, Wali Kota Mataran Ahyar Abduh, dan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid meresmikan konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di Ballroom Islamic Center NTB, Kota Mataram, NTB, Kamis (13/9).

Foto: Republika/M Nusryamsi
Bank NTB telah resmi berkonversi menjadi Bank NTB Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan akan menyinergikan bank syariah dengan segmen wisata halal di wilayah setempat. Sebelumnya, Bank NTB telah dikonversi menjadi Bank NTB Syariah.

Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan perubahan Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah merupakan bentuk kontribusi dari NTB terhadap perekonomian nasional.

"Ini upaya kita untuk berkontribusi pada ekonomi nasional, dalam konteks pertumbuhan yang sehat berkualitas, inklusif, dan berkeadilan," ujar TGB usai meresmikan Bank NTB Syariah di Ballroom Islamic Center NTB, Kota Mataram, NTB, Kamis (13/8).

Perubahan itu, kata TGB, juga menjadi bagian dari strategi untuk menjadikan NTB sebagai salah satu pusat keuangan syariah di Indonesia. "Kita mengharapkan dengan menjadi salah satu pusat keuangan syariah, tidak hanya bisa menarik lembaga keuangan syariah dalam negeri, tapi juga bisa menarik lembaga keuangan dari luar negeri," ucap dia.

Menurut TGB, Pemprov NTB juga telah mensinergikan lembaga keuangan syariah, dalam hal ini Bank NTB Syariah, dengan arah NTB membangun wisata halal dan memulai pembangunan peternakan yang menjadi bagian dari rantai industri halal.

"Jadi ini semua bersinergi sehingga ke depan ketika sektor-sektor pembangunan itu sudah mulai menggeliat, maka sudah ada lembaga pembiayaan yang bersistem syariah yang bisa menjadi penyedia jasa keuangan," kata TGB menjelaskan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo mengatakan, transformasi merupakan salah satu bentuk upaya bagi Bank NTB untuk berubah ke arah yang lebih baik.

"Transformasi adalah suatu kebutuhan bahti perusahaan untuk berkembang lebih baik, lebih besar, dan lebih memberikan manfaat," ujarnya.

Kukuh menyampaikan, proses konversi dari Bank NTB konvensional menjadi Bank NTB Syariah melalui perjalanan panjang sejak 2016.

"InsyaAllah kita akan menjadi bagian sejarah yang menyaksikan transformasi, yaitu peresmian konversi menjadi Bank NTB Syariah," lanjutnya.

Dia berharap peresmian Bank NTB Syariah menjadi momentum dari perusahaan untuk memberikan kemaslahan yang lebih besar dan penguatan ekonomi yang lebih berkeadilan, berkembang lebih baik, dan menjadi kebangaan bagi warga NTB.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA