Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

BNI Syariah Targetkan Naik Kelas Tahun Depan

Ahad 15 Jul 2018 16:20 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Target Buku III. Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta, Selasa (3/7).

Target Buku III. Petugas melayani transaksi nasabah di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta, Selasa (3/7).

Foto: Republika/ Wihdan
BNI Syariah berencana IPO pada 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah terus meningkatkan kinerjanya. Anak usaha Bank Negara Indonesia (BNI) itu berencana naik kelas ke Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III tahun depan.

"Kita harus siap upgrade naik kelas jadi BUKU III insya Allah tahun depan. Kita sudah lapor komisaris," ujar Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam Acara Perayaan Ulang Tahun BNI Syariah ke-8 di Jakarta, Jumat (13/7).

Lebih lanjut, kata dia, perusahaan juga berencana melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2019. "Insya Allah tahun depan depan, kalau tidak ada aral melintang kita bisa IPO," tegasnya.

Sebelumnya Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati menyebutkan, fokus bisnis perseroan tahun ini salah satunya ke sektor jasa sosial masyarakat seperti sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit. "Bisnis kami di 2018 adalah bagaimana membangun dan merajut halal ecosystem dengan menggunakan value chain financing," jelasnya pada Republika.

Selain itu, kata dia, BNI Syariah kini juga menggarap sektor konstruksi infrastruktur melalui keikutsertaannya dalam porsi sindikasi syariah, dan jasa dunia usaha. Per Mei 2018, anak usaha Bank Negara Indonesia (BNI) ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 24,7 triliun.

Pembiayaan tersebut paling banyak ke sektor konsumer terutama perumahan yang mencapai Rp 5,9 triliun. Dengan komposisi pembiayaan BNI Syariah, sebanyak lima persen ke konsumtif serta 45 persen ke produktif.

Sementara itu, Dhias mengatakan, pertumbuhan pembiayaan konsumer per kuartal II 2018 masih sekitar tujuh persen year on year (yoy). Dengan begitu tidak jauh berbeda dengan periode sama tahun lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA