Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Sunday, 8 Zulhijjah 1439 / 19 August 2018

Inklusi Keuangan Syariah Bantu Entaskan Kemiskinan

Senin 14 May 2018 19:03 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Friska Yolanda

Memacu Inklusi Keuangan Syariah. kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan paparan pada Rembuk Republik di Jakarta, Senin (14/5).

Memacu Inklusi Keuangan Syariah. kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan paparan pada Rembuk Republik di Jakarta, Senin (14/5).

Foto: Republika/ Wihdan
Indonesia memiliki kelebihan dalam segmen mikro keuangan syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, inklusi keuangan syariah adalah mekanisme yang baik untuk membantu mengurangi kemiskinan dan mengatasi ketimpangan. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia memiliki modal kuat untuk memanfaatkan ekonomi syariah sebagai alat mengatasi berbagai isu pembangunan.

"Inklusi keuangan umum termasuk yang syariah adalah salah satu mekanisme yang baik untuk membantu mengurangi kemiskinan dan mengatasi berbagai isu pembangunan lainnya," ujar Bambang dalam seminar "Rembuk Republik: Memacu Inklusi Keuangan Syariah" yang digelar Republika, Senin (14/5).

Menurut Bambang, perkembangan keuangan syariah di Indonesia jauh lebih inklusif dibandingkan negara lain. Salah satu contohnya, kata Bambang, Indonesia adalah satu-satunya negara yang mengeluarkan sukuk ritel.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kelebihan dalam segmen mikro keuangan syariah. Dua instrumen tersebut, kata Bambang, punya kontribusi langsung untuk mengentaskan kemiskinan.

"Mari kita gunakan kelebihan kita. Kembangkan di Indonesia dalam skala yang lebih masif. Kalau bisa tidak di level korporat tapi lebih inklusif untuk membuat pertumbuhan berkualitas," ujarnya.

Bambang mengatakan, inklusi keuangan syariah tidak bisa menjadi tugas pemerintah sendiri namun juga perlu bantuan dari seluruh pihak.

"Inklusi keuangan tidak bisa menjadi hanya tugas pemerintah atau otoritas terkait tapi juga perlu menjadi tugas dari semuanya. Melihat perkembangan zaman sekarang ini tampaknya penggunaan teknologi digital akan semakin membantu mempercepat inklusi keuangan," ujarnya.  

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES