Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

BNI Syariah Catat Perbaikan Rasio Pembiayaan Bermasalah

Kamis 19 Oct 2017 19:05 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Nur Aini

Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo memberikan paparan Kinerja Trwulan ke-3 BNI Syariah di Jakarta, Kamis (19/10).

Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo memberikan paparan Kinerja Trwulan ke-3 BNI Syariah di Jakarta, Kamis (19/10).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas aset BNI Syariah tercatat mengalami perbaikan. Hal itu terlihat dari posisi rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming finance/NPF) yang turun menjadi 3,29 persen pada kuartal III 2017 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,64 persen.

Plt Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, NPF BNI Syariah masih lebih dibandingkan industri yang tercatat sekitar 4,5 persen. "Sedangkan kami bisa di 3,29 persen gross. NPF 3,29 persen itu sebetulnya sedikit membaik dari bulan sebelumnya yang 3,64 persen. Kami ingin me-maintenance ini dalam range yang betul-betul managable," kata Firman dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2017 di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, Kamis (19/10).

Firman mengungkapkan, industri perbankan syariah dalam kondisi yang aset berkualitasnya masih lebih tinggi dari perbankan nasional. Sebab, secara portofolio jumlah aset perbankan syariah sangat kecil. "Maka dari itu faktor pembagi pembiayaan masih kecil sehingga nilai prosentasi NPF lebih tinggi. Ke depan harapannya bisa di bawah tiga persen. Itu merupakan threshold kalau 3 persen dinilai sudah sehat," kata Firman.

Plt Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati, menambahkan BNI Syariah berusaha mengelola agar rasio pembiayaan bermasalah di kisaran 3,2 persen. "Kami berupaya perbaikan antara lain memiliki tim task force. Tim task force ini keliling daerah mendatangi cabang-cabang yang kualitas pembiayaan belum bagus dan alhamdulillah kualitas saat ini lebih baik untuk perbaiki NPF," ujarnya.

Di samping itu, kata Dhias, BNI Syariah melakukan pembiayaan selektif dengan menyeimbangkan antara kualitas dan ekspansi. "Kami berusaha untuk sangat selektif growth (pertumbuhan) dan player (pemain). Kami bersinergi dengan nasabah-nasabah induk," ucapnya.

 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA