Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Sabtu, 9 Syawwal 1439 / 23 Juni 2018

Masa Depan Keuangan Islam Terletak pada Digitalisasi

Sabtu 21 November 2015 06:43 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ani Nursalikah

keuangan syariah/ilustrasi

keuangan syariah/ilustrasi

Foto: alifarabia.com

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Perbankan tak bisa menutup mata atas perkembangan teknologi dan sistem transaksi saat ini. Dibanding bersaing sendiri, perbankan diajak untuk berkolaborasi.

Kepala Bisnis Konsumen Bank Nizwa Asad Batla mengatakan, dunia saat ini terhirarki dan terorganisasi secara sentral. Bitcoin dan Blockchain kini jadi hal umum. Mata uang sistem kode ini kian berkembang serius.

Baca Perbankan Islam Bisa Dorong UKM

Blockchain tidak hanya diadaptasi perbankan ritel, tapi juga perbankan korporasi dan pembiayaan perdagangan.

''Realitas saat ini, media sosial dan digitalisasi diberbagai aspek jadi fenomena nyata,'' kata Batla seperti dikutip Khaleej Times belum lama ini.

Bank harus harus mengejar perkembangan ini dengan tetap menjaga kesuaian dengan sistem bank sentral. Batla menilai, perbankan butuh kolaborasi terhadap semua ini jika tidak ingin bisnis tertinggal.

Baca Bank Dunia: Pasar Berkembang Harus Buka Kesempatan Keuangan Islam

Kesuksesan Airbnb, Uber dan Paypal tak bisa disepelekan. Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan untung di berbagai belahan dunia.

''Uber yang menjadi perusahaan transportasi internasional besar tanpa satu taksi pun mereka miliki. Mereka bahkan mempekerjakan para pengemudi yang sebelumnya tak punya pekerjaan,'' ujar Batla.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES