Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Dumai Diselimuti Asap Pekat Akibat Karhutla

Jumat 29 Mar 2019 11:38 WIB

Red: Christiyaningsih

Kabut Asap Karhutla: Warga melintas di jalan yang berkabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Dumai, Dumai. Riau, Sabtu (23/2/2019).

Kabut Asap Karhutla: Warga melintas di jalan yang berkabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Dumai, Dumai. Riau, Sabtu (23/2/2019).

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Pada Jumat (29/3) pagi jarak pandang hanya tiga kilometer akibat karhutla

REPUBLIKA.CO.ID, DUMAI -- Kota Dumai diselimuti  asap pekat sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di wilayah pesisir Provinsi Riau. Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru pada Jumat (29/3) pagi jarak pandang di kota pelabuhan tersebut hanya berkisar tiga kilometer.

"Jarak pandang di Kota Dumai tiga kilometer akibat asap," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sukisno. BMKG menyatakan berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua Jumat pukul 06.00 WIB terdeteksi tiga titik api atau indikasi kuat Karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 hingga 100 persen.

Dari tiga titik api, dua di antaranya terdeteksi di kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Wilayah itu secara geografis berdekatan dengan Kota Dumai. Sementara satu titik api terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Seorang warga Kota Dumai, Edi kepada Antara mengatakan jerebu (asap) yang terjadi hari ini yang paling buruk melanda Kota Dumai. Edi yang bekerja sebagai pengendara becak motor itu mengatakan jerebu sebelumnya memang terjadi di Kota Dumai sejak awal Maret 2019 lalu. "Namun hari ini yang paling parah. Membuat mata menjadi perih," kata pria 55 tahun tersebut.

Hingga pekan terakhir Maret ini, Karhutla di Provinsi Riau terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, luas Karhutla di Riau mencapai lebih dari 2.800 hektare di seluruh 12 kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edwar Sanger, mengatakan dari total 2.800 hektare lahan terbakar mayoritas terjadi di Kabupaten Bengkalis. Di wilayah pesisir Riau tersebut, tercatat luas lahan terbakar mencapai 1.300 hektare.

Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkalis dilanda kebakaran sepanjang awal 2019 ini. Akan tetapi, kebakaran terparah tercatat di Pulau Rupat, Bengkalis. Pulau yang mayoritas berkontur gambut tersebut sepanjang Februari kemarin terbakar hebat dan menyebabkan asap tebal hingga meluas ke Kota Dumai.

Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di tiga wilayah lainnya di pesisir timur Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di antaranya Rokan Hilir dengan luas 407 hektare, Meranti 222,4 hektare, serta Dumai 192,25 hektare.

Edwar merinci kebakaran juga terpantau meluas di Kabupaten Siak yang mencapai 314,5 hektare, Indragiri Hilir 107,1 hektare serta Indragiri Hulu 64,5 hektare. Selanjutnya, di Pekanbaru tercatat 37,75 hektare lahan terbakar, Kampar 26,6 hektare, Rokan Hulu dua hektare, dan Kuantan Singingi lima hektare.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA