Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Mentan: Harga Gabah tidak Boleh di Bawah Rp 4.070 per Kg

Kamis 28 Mar 2019 18:42 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nidia Zuraya

Petani sedang memilah-milah gabah.

Petani sedang memilah-milah gabah.

Foto: Humas Kementran.
Penyebab rendahnya harga gabah saat ini karena produksinya yang sedang berlimpah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan, harga gabah di tingkat petani tidak boleh dibawah harga pembelian pemerintah (HPP). Berdasarkan Inpres No 5/2015, HPP gabah kering panen (GKP) Rp 3.700 per kg di tingkat petani, gabah kering giling (GKG) Rp 4.650 per kg di gudang Bulog serta beras Rp 7.300 per kg di gudang Bulog.

Baca Juga

Namun, pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan untuk menambah HPP sebesar 10 persen untuk masing-masing kondisi gabah. Dengan demikian, HPP GKP saat ini menjadi Rp 4.070 per kg, HPP GKG menjadi Rp 5.115 per kg dan beras Rp 8.030 per kg.

"Tidak boleh harga gabah dibeli (dengan harga) dibawah Rp 4.070 per kg. Itu instruksi presiden melalui menteri pertanian," tegas Amran, saat melakukan kunjungan kerja ke Lapangan Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (28/3).

Amran saat itu mendapat informasi adanya harga gabah yang hanya Rp 3.400 per kg di tingkat petani di Kabupaten Cirebon. Dia menegaskan, gabah petani harus dibeli dengan harga minimal sesuai HPP.

Ketika ditanyakan mengenai kadar air gabah milik petani yang tidak sesuai ketentuan, Amran menyatakan, hal itu akan diatur oleh Bulog. Menurutnya, Bulog memiliki mesin dryer untuk mengatasi kondisi tersebut.

Amran pun menjelaskan, penyebab rendahnya harga gabah saat ini karena produksinya yang sedang berlimpah. Namun, dia menyatakan, Bulog akan menangani kondisi tersebut.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Amran memberikan bantuan kepada petani dan santri Kabupaten Cirebon senilai Rp 27 miliar. Bantuan itu di antaranya berupa hewan ternak seperti kambing dan ayam, bibit tanaman seperti padi, kopi, mangga gedong gincu, dan kelapa, serta peralatan pertanian seperti traktor.

Selain memberikan bantuan, Amran juga menyampaikan sejumlah pencapaian kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia pun meminta petani untuk memerangi hoaks, termasuk berita-berita bohong yang menimpa presiden.

"Jangan fitnah presiden, stop hoaks," cetus Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Cirebon, Dicky Saromi, mengungkapkan, sektor pertanian sangat penting bagi Kabupaten Cirebon. Bahkan, hasil pertanian dari Kabupaten Cirebon juga mampu menopang penduduk Jawa Barat dan nasional.

"Hasil dari sektor pertanian di sini tak hanya untuk Kabupaten Cirebon, tapi juga untuk Indonesia," tandas Dicky.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA