Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

H+2 Lebaran, Harga Cabai dan Bawang Diklaim Stabil

Jumat 07 Jun 2019 14:10 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda

Aktivitas transaksi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (7/6) atau lebaran hari ketiga, mulai terlihat normal. Para pedagang mulai memenuhi kios-kios dagangannya.

Aktivitas transaksi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (7/6) atau lebaran hari ketiga, mulai terlihat normal. Para pedagang mulai memenuhi kios-kios dagangannya.

Foto: Republika/Imas Damayanti
Terjadi kenaikan harga cabai, tetapi bukan jenis yang dikonsumsi rumah tangga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, pergerakan harga-harga komoditas bumbu dapur utama seperti cabai , bawang merah, dan bawang putih terpantau stabil saat lebaran sampai dengan H+2. Bahkan, meski suasana masih libur Lebaran, beberapa sentra produksi cabai di Jawa Barat dan Jawa Timur tetap melakukan panen untuk menjaga pasokan ke pasar stabil. 

Baca Juga

Pasokan bawang merah dari sentra produksi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sampai saat ini masih berlangsung lancar. " harga cabai rawit merah dan keriting yang setiap puasa dan lebaran beberapa tahun lalu hampir selalu bergejolak, tiga tahun terakhir ini sudah semakin adem ayem. Bahkan tahun ini cabai rawit merah harganya sangat murah nyaris tidak ada konsumen yang teriak," ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Mohammad Ismail Wahab dalam keterangan pers, Jumat (7/6). 

Meski begitu dia mengakui, memang masih ada kenaikan  harga untuk jenis cabai merah besar atau cabai TW. Jenis tersebut, kata dia, kebetulan tidak banyak dikonsumsi rumah tangga karena lebih banyak diserap industri olahan. Menurut dia, jelang Lebaran lalu permintaan jenis TW untuk industri olahan meningkat jadi wajar kalau harga ikut naik. Namun, konsumen rumah tangga dinilai tidak terlalu merasa terganggu dengan kenaikan tersebut. 

Menurut Ismail, harga bawang merah di tingkat petani sentra utama seperti Brebes, Nganjuk, Indramayu, Kendal, Malang, Solok, Majalengka dan Enrekang antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram (kg). Dia menyebut, di beberapa daerah harganya bahkan lebih rendah lagi dibawah Rp 15 ribu per kg, di antaranya di Bandung, Demak, Cirebon, dan Bantaeng. "Bawang merah yang banyak mengisi pasaran saat ini adalah varietas Bima Brebes, Tajuk, Bauji dan Batu ijo," kata dia. 

Sementara itu berdasarkan pantauannya, harga di tingkat pasar tradisional rata-rata nasional Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kg. Harga tersebut dinilai sangat ideal, baik untuk petani maupun konsumen. Adapun pasokan harian dipastikan lancar karena panen terjadi hampir setiap saat di sentra-sentra produksi. 

"Demikian juga untuk cabai, panenan cabai rawit dan cabai keriting melimpah”, kata Ismail. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Yasid Taufiq menyebut, pergerakan harga cabai dan bawang selama puasa dan Lebaran tahun ini masih dalam batas aman terkendali. “Tidak ada gejolak harga yang berarti, semuanya masih wajar dan normal. Bahkan bawang putih yang sempat melonjak beberapa waktu lalu saat ini harganya sudah melandai normal,”ujar Yasid. 

Dari hasil pantauan harian di Pasar Induk Kramat Jati, pihaknya mencatat bawang merah stabil di harga Rp 25 ribu per kg, cabai rawit merah stabil di harga Rp 15 ribu per kg. Cabai merah keriting dan cabai merah besar (TW) juga stabil. Harga bawang putih masih bertengger Rp 28 ribu per kilogram.

Sementara harga eceran cabai dan bawang rata-rata di 47 pasar tradisional se DKI Jakarta, kata dia, juga menunjukkan tren yang stabil. “Jika mengacu harga tahun lalu, harga cabai rawit merah tahun ini jauh lebih rendah sementara bawang merah stabil. Secara umum harga aneka cabai dan bawang masih sangat normal”, kata Yasid.

Stabilnya harga bawang merah di pasaran dibenarkan anggota Asosiasi Champion Bawang Merah Indonesia Kabupaten Pati, Suparlan. "Harga bawang merah selama puasa dan lebaran tahun ini di petani cukup baik, di pasaran juga normal. Bagi petani yang penting harga stabil menguntungkan, pasti kami semangat menanam," ujar Suparlan. 

Adapun bawang merah asal Pati, Brebes, Kendal, Pemalang siap mengisi pasar Jakarta dengan pasokan rutin berkisar 29-30 truk per hari atau setara dengan 200 ton. Hal itu dinilai cukup untuk kebutuhan konsumsi warga DKI Jakarta.  Pengurus Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Juhara memastikan pasokan aneka cabai normal pada H+2 lebaran ini. 

Adapun harga Cabai Rawit Merah di tingkat petani hanya Rp 7.000, hingga Rp 8.000, per kg. Cabai Merah Keriting Rp 22 ribu-Rp 24 ribu per kg. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA