Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Pemerintah Pastikan Impor Daging Kerbau Aman

Jumat 15 Mar 2019 17:38 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Dwi Murdaningsih

Daging Kerbau

Daging Kerbau

Penyakit mulut dan kuku kerbau hilang jika sudah dimasak.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Tahun ini, pemerintah kembali mengimpor daging kerbau beku dari India untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Namun, di saat bersamaan, penyakit mulut dan kuku (PMK) kerbau masih mewabah ternak kerbau di India. Meski begitu, Menteri Koordinator Perkonomian, Darmin Nasution, memastikan, impor daging kerbau tersebut akan tetap aman.

“Urusan penyakit mulu dan kuku, itu tidak serius masalahnya, karena sumber penyakitnya itu kalau sudah dimasak hilang,” kata Darmi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (15/3).

Baca Juga

Darmin menjelaskan, impor daging kerbau akan menjadi masalah jika didatangkan dalam keadaan hidup. Sebab, wabah penyakit masih bisa terbawa. Di satu sisi, impor hewan dalam keadaan hidup harus dimasukkan ke area karantina khusus terlebih dahulu. Sementara, pemerintah belum memiliki pulau khusus karantina.

Sejauh ini, Darmin mengatakan, pemerintah sudah mengimpor sapi bakalan dari Australia. Namun, sapi hidup yang berasal Australia aman dari PMK karena negara tersebut telah dinyatakan bebas PMK. “Impor sapi bakalan harus dari negara yang bebas hidup,” ujar Darmin.

Karenanya, Darmin menilai, kebijakan impor daging kerbau tahun ini tidak akan membawa wabah penyakit. Sebab, daging diimpor dalam bentuk beku sehingga aman dari penyakit.

Sebagaimana diketahui, tahun ini pemerintah memberikan kuota impor daging kerbau beku dari India sebanyak 100 ribu ton. Proses impor akan dilakukan langsung oleh Perum Bulog. Adapun kebijakan impor daging kerbau telah diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Perekonomian akhir tahun lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan, persetujuan impor sudah diterbitkan dan berlaku hingga akhir tahun. “PI sudah diterbitkan kepada Bulog sebanyak 100 ribu ton. Realisasinya, silakan tanya Bulog,” kata Oke dikonfirmasi Republika.co.id.

Sejumlah media lokal di India menyatakan, wabah PMK kembali menyerang ternak kerbau di tiga distrik wilayah India pada Januari lalu. Tiga distrik terebut yakni di Rajasthan, Punjab, dan Uttar. Serangan wabah itu terjadi berhubung India merupakan negara yang belum terbebas dari penyakit PMK.

Akibat pemberitaan itu, Kementerian Pertanian mengirim surat kepada Kedutaan Besar India di Jakarta. Surat tersebut dikhususkan untuk meminta penjelasan kepada Pemerintah India karena wabah PMK itu membuat Kementan harus memastikan impor daging kerbau beku yang bakal direalisasikan Bulog aman.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA