Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Asosiasi: Gula Mentah Impor Tiba Akhir Februari

Kamis 14 Feb 2019 15:23 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Gula impor

Gula impor

Foto: R Rekotomo/Antara
Pemerintah akan mengimpor gula mentah sebanyak 2,8 juta ton pada tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Rachmad Hariotomo memperkirakan, gula mentah impor sebesar 1,4 juta ton diperkirakan tiba pada akhir Februari. Sebab, Perizinan Impor (PI) baru terbit pada awal Februari dan membutuhkan waktu tiga sampai empat pekan.

Rachmad menjelaskan, waktu kedatangan gula impor tersebut tidak akan mempengaruhi produksi gula rafinasi. Tapi, ia berharap agar pada tahun depan, PI gula mentah dapat diterbitkan lebih awal seperti pekan pertama Januari.

"Jadi, sebelum Februari sudah bisa sampai di Indonesia," katanya ketika dihubungi Republika, Kamis (14/2).

Rachmad menjelaskan, kebutuhan industri gula rafinasi terhadap gula mentah sepanjang 2019 mencapai sekitar 3,2 juta ton. Berdasarkan laporan audit, industri masih memiliki persediaan sekitar 1 juta dari tahun lalu. Dilihat dari kondisi tersebut, industri membutuhkan gula mentah tambahan sekitar 2,2 juta ton.

Tapi, Rachmad mengatakan, sesuai rapat koordinasi bersama pemerintah, diputuskan impor gula mentah sepanjang 2019 adalah 2,8 juta ton. Sebanyak 2,2 juta ton di antaranya untuk kebutuhan sampai akhir tahun dan sisanya untuk tahun depan.

"Stok 600 ribu (ton) bisa untuk sekitar dua bulan," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menerbitkan PI sebanyak 1,4 juta ton gula mentah untuk semester pertama. Sisanya akan dikeluarkan pada semester berikutnya. Total keseluruhan akan ditujukan untuk 11 perusahaan yang tergabung dalam AGRI.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, gula impor tersebut dikirim untuk diolah menjadi gula kristal rafinasi (GKR) demi kebutuhan industri. "Di rakortas (rapat koordinasi terbatas) tingkat menteri, sudah disetujui atas kuota impor tersebut," ujar Oke saat dikonfirmasi Republika, Rabu (13/2).

Menurut Oke, PI tersebut adalah bagian dari kuota impor gula mentah yang juga sudah disepakati antar kementerian dan lembaga terkait. Dalam rakortas, disepakati bahwa kuota impor gula mentah tahun ini adalah 2,8 juta ton dengan perizinan yang dibagi menjadi dua semester.

Untuk semester pertama ini, Oke menjelaskan, terbit 1,4 juta ton kepada perusahaan yang merupakan anggota Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI). Sisanya, akan dikeluarkan lagi pada semester kedua.

"Untuk waktu (pengiriman) pastinya, tanya ke AGRI," ujarnya.

Dalam catatan Kemendag, 11 perusahaan yang dimaksud adalah PT Angels Products, PT Jawamanis Rafinasi, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Sugar Labinta, PT Duta Sugar International, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Andalan Furnindo dan PT Medan Sugar Industry.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA