Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Ekspor Dorong Pertumbuhan Sektor Pertanian Triwulan III 2018

Senin 05 Nov 2018 23:21 WIB

Red: EH Ismail

Petani merontokkan padi dari batangnya saat panen di Desa Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (2/11/2018).

Petani merontokkan padi dari batangnya saat panen di Desa Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (2/11/2018).

Foto: ANTARA FOTO
Pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 3,62 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi RI Triwulan III 2018 mencapai 5,17 persen (year on year). BPS menyebutkan sektor pertanian turut berkontribusi positif terhadap pertumbuhan tersebut.

“Sumber pertumbuhannya masih diumbang industri pengolahan, disusul perdagangan, konstruksi, dan kemudian pertanian,” kata Kepala BPS Suhariyanto, dalam keterangan pers, Senin (5/11).

Suharyanto menjelaskan, pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 3,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan sektor ini mencapai 3,18 persen. Subsektor hortikultura mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 7,85 persen (year on year). Sementara bila dibandingkan triwulan sebelumnya, subsektor mencatat pertumbuhan sebesar 0,86 persen. Peningkatkan ekspor ditenggarai turut mendorong kinerja positif subsektor hortikultura. 

“Meningkatnya permintaan luar negeri berdampak positif terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura,” ujar Suhariyanto,

Menurut Suharyanto, Subsektor peternakan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan positif sektor pertanian. Dibandingkan tahun sebelumnya, peternakan tumbuh sebesar 5,12 persen. Kontribusi peternakan ditenggarai karena meningkatnya permintaan hewan kurban pada hari raya Idul Adha.

Ia menambahkan, pertanian turut berperan dalam pertumbuhan positif sektor industri pengolahan untuk makanan dan minuman. Industri pengolahan tumbuh sebesar 4,33 persen, sementara subsektor industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,10 persen (year on year) dan 3,45 persen (quarter to quarter). Pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan produksi minyak sawit metah atau crude palm oil (CPO).

Pemerintah Giatkan Ekspor Pertanian

Pertumbuhan sektor pertanian pada triwulan III tak lepas dari meningkatnya ekspor pertanian, terutama komoditas hortikultura. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura menargetkan ekspor tahun 2018 untuk komoditas-komoditas hortikultura mencapai Rp 2,23 miliar. Produk hortikultura yang diminati pasar luar negeri antara lain tanaman hias, manggis, salak, dan bawang merah.

Kementan saat ini sedang menggiatkan ekspor pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran mengungkapkan, ekspor pertanian perlu digiatkan dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi bangsa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut Amran, potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia.

“(Penggiatan ekspor) ini adalah perintah Bapak Presiden. Negara kita atau pertumbuhan ekonomi bisa bangkit karena dua hal, yaitu ekspor dan investasi. Ke depan, dua hal ini kita dorong terus,” kata Amran saat melepas ekspor komoditas hortikultura, di Surabaya, (8/10).

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro menyebutkan, pihaknya memproyeksi adanya peningkatan nilai ekspor tahun ini hingga 24 persen. Ekspor tahun ini diperkirakan mencapai Rp 499,30 triliun.  “Hingga bulan September 2018, nilai ekspor pertanian sudah mencapai Rp 330 triliun," tuturnya. 

Peningkatan ekspor di bidang pertanian juga salah satunya disebabkan oleh banyaknya pengusaha di Tanah Air yang mulai melakukan ekspor, terutama di sektor hortikultura. "Saat ini banyak sekali para pengusaha yang dulunya bukan eksportir berlomba-lomba sekarang menjadi eksportir pertanian, terutama di sektor hortikultura meningkat sekali," tambah Syukur.

 

 

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA