Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Harga Ayam Potong di Garut Mencapai Rp 40 Ribu per Kg

Kamis 12 Juli 2018 12:31 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Daging ayam.

Daging ayam.

Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Kenaikan ayam disebabkan minim pasokan dan meningkatnya permintaan.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Harga daging ayam broiler di Pasar Induk Ciawitali, Kabupaten Garut, Jawa Barat, naik hingga mencapai Rp 40 ribu per kilogram (kg. Padahal harga normal ayam berada di kisaran Rp 32 ribu per kg.

"Sejak hari ini harganya naik sampai Rp 40 ribu per kilo," kata Iit (50) pedagang daging ayam di Pasar Induk Ciawitali, Garut, Kamis.

Ia menuturkan, kenaikan harga daging ayam tersebut karena minimnya stok daging dari pemasok, sedangkan permintaan cukup banyak. Saat ini, kata dia, banyak pembeli untuk memenuhi kebutuhan hajatan naik haji dan pernikahan yang membutuhkan banyak daging ayam untuk santapan makanan. "Dari pemasoknya kurang, permintaan banyak, terutama pembeli yang mau hajatan ke haji, kalau yang buat konsumsi di rumah sudah tidak mau beli," katanya.

Ia menyampaikan, kenaikan harga daging ayam selalu terjadi setiap tahun pada musim ibadah naik haji, dan hajatan pernikahan. Menurut dia, harga daging ayam akan kembali turun hingga di kisaran harga normal ketika jamaah haji sudah berangkat ke Mekah. "Seperti tahun kemarin juga harga daging akan turun kalau jamaah haji sudah berangkat," katanya.

Pengunjung pasar, Nani mengaku heran harga daging ayam terjadi kenaikan hingga Rp40 ribu, padahal sebelumnya hanya Rp30 ribu per kg. Akibat kenaikan itu, Nani terpaksa tidak membeli daging ayam dan memilih jenis lauk lainnya untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya. "Ya gak jadi beli karena mahal," ujarnya.

Sementara itu, harga telur ayam di pasar Kabupaten Sukabumi melonjak berkisar antara Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram. Harga tersebut merupakan harga tertinggi yang pernah dicapai pada tahun ini.

Baca juga, Harga Telur Ayam Sentuh Rekor Tertinggi Tahun Ini.

Kenaikan ini, menurut Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi Iwan Karmawan, disebabkan berkurangnya pasokan telur ayam ke pasaran dibandingkan sebelumnya. "Ketersediaan atau pasokan telur ayam memang berkurang," ujar Iwan kepada wartawan, Rabu (11/7). Kondisi tersebut menyebabkan harga telur ayam mengalami lonjakan.

Saat ini, harga telur ayam di pasar tradisional mencapai Rp 32 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram. Pada kondisi normal berada di kisaran Rp 24 ribu per kilogram.

Selain telur ayam, harga komoditas daging ayam juga mengalami kenaikan. Saat ini harga daging ayam mencapai Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram.au harga ayam sudah turun," kata Nani warga Kecamatan Samarang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA