Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Permintaan Daging Ayam Merosot

Senin 28 Mei 2018 00:06 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Friska Yolanda

Aktivitas penjual daging ayam potong di los daging pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (18/5). Harga daging ayam potong mulai merangkak naik dan hingga awal Ramadhan kali ini sudah mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Semula harga daging ayam potong ini hanya berkisar Rp 32 ribu per kilogram.

Aktivitas penjual daging ayam potong di los daging pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (18/5). Harga daging ayam potong mulai merangkak naik dan hingga awal Ramadhan kali ini sudah mencapai Rp 35 ribu per kilogram. Semula harga daging ayam potong ini hanya berkisar Rp 32 ribu per kilogram.

Foto: Bowo Pribadi/Republika
Warga mengganti menu ayam ke ikan dan tempe.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ikatan Pedagang Tradisional Indonesia Abdullah Mansuri menyebut ada penurunan permintaan daging dan telur ayam sebesar 47 persen pada Ramadhan tahun ini. Ia menduga, kondisi tersebut terjadi karena sebagian masyarakat mengalihkan konsumsinya ke ikan dan tempe.

Abdullah menuturkan, harga rata-rata daging ayam dan telur masih tinggi di pasaran. Di pasar-pasar tradisional di Jakarta, menurut dia, daging ayam segar dijual di kisaran harga Rp 36-40 ribu per ekor. Sementara, telur rata-rata dijual dengan harga Rp 28 ribu per kilogram.

Menurut Abdullah, tingginya harga dua komoditas tersebut sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Ia memprediksi, harga daging ayam dan telur tidak akan turun banyak hingga Idul Fitri mendatang.

"Sekarang demand belum banyak saja harga sudah tinggi, apalagi nanti kalau sudah dekat Lebaran," ujarnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, saat melakukan kunjungan ke Pasar Desa Adat Pecatu pada akhir pekan lalu, mengakui tengah terjadi gejolak harga untuk komoditas daging ayam segar dan telur. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena suplainya berkurang.

Karena itu, Mendag mengaku telah mengumpulkan perusahaan integrator untuk menyuplai ayam ke pasar-pasar rakyat di seluruh daerah di Indonesia. Berdasarkan pantauannya, harga ayam di Pasar Desa Adat Pecatu yang semula mencapai Rp 38 ribu per kilogram kini mulai turun di kisaran harga Rp 35-36 ribu per kilogram.

"Diharapkan nantinya harga ayam akan mencapai Rp 33 ribu per kilogram sesuai patokan yangtelah ditentukan untuk wilayah Bali," kata Enggartiasto.

Menurut Mendag, secara umum harga bahan pokok di pasar pantauan BPS mengalami tren penurunan. Untuk komoditas beras misalnya, ia menyebut Perum Bulog juga terus melakukan operasi pasar sebagai upaya menurunkan harga.

"Harga beras juga akan terus diturunkan hingga mencapai Rp 8.950 seperti yang telah diputuskan dalam Rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," ujarnya.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA