Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

153 Ton Beras Impor Dilepas ke Pasar

Kamis 22 Mar 2018 18:52 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Impor Beras

Ilustrasi Impor Beras

Foto: Foto : MgRol_94
Pelepasan beras impor ke pasar ini diharapkan bisa menstabilkan harga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog telah melepas 153 ton beras impor ke pasar hingga Kamis (22/3). Jumlah itu merupakan bagian dari total beras impor sebanyak 261 ribu ton yang tiba di Indonesia pada Februari lalu.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati mengatakan, sesuai dengan arahan Pemerintah, Bulog melepas beras impor ke pasar sebagai upaya untuk menstabilkan harga komoditas pangan tersebut. "Sepanjang harga masih tinggi, kita akan terus lakukan itu," ujarnya, saat dihubungi Republika, Kamis (22/3).

Dalam mendistribusikan beras, Siti menyebut, Bulog juga dibantu oleh sejumlah BUMN lain, di antaranya Pertani dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Pada Februari lalu, pemerintah melalui Bulog telah mengimpor beras sebanyak 261 ribu ton. Sedianya beras tersebut akan digunakan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Namun, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan beras impor dari gudang Bulog dan mendistribusikannya ke pasar-pasar sebagai bentuk intervensi harga. "Kita akan melakukan intervensi pasar. Selama masih ada beras dari dalam negerinya ya itu, kalau enggak ada ya kita pakai beras impor," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES