Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Jonan: PLTU Cilacap Proyek Strategis

Selasa 26 Feb 2019 07:05 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Peresmian PLTU Cilacap. Presiden Joko Widodo bersiap untuk melakukan peninjauan seusai meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1x660 MW di Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2).

Peresmian PLTU Cilacap. Presiden Joko Widodo bersiap untuk melakukan peninjauan seusai meresmikan PLTU Cilacap Ekspansi 1x660 MW di Karangkandri, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Ahir tahun ini, Presiden meminta rasio elektrifikasi meningkat hingga 99 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan, PLTU Cilacap Ekspansi 1x660 MW ini merupakan salah satu proyek strategis di Provinsi Jawa Tengah, yang merupakan bagian dari 2.000 MW pertama yang beroperasi. Selanjutnya, yang saat ini dalam tahap commissioning dan diharapkan akan selesai bulan September tahun ini, yaitu sebesar 1x1.000 MW.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kelistrikan harus dipercepat dan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Berbagai upaya sudah dilakukan sampai dengan akhir tahun lalu, rasio elektrifikasi telah mencapai 98,3 persen atau naik 15 persen sejak Bapak bertugas sebagai Presiden," ujar Jonan, Senin (25/4).

Baca Juga

Jonan menambahkan, selain mempercepat proyek-proyek kelistrikan, Presiden juga meminta agar rasio elektrifikasi ditingkatkan menjadi 99,9 persen pada akhir tahun 2019. "Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus mengejar rasio eletrifikasi nasional di akhir tahun 2019 ini menjadi sekitar 99,9 persen. Ini sebenarnya jauh lebih tinggi dari pada target semula yang kita jalankan bersama diakhir tahun 2014 yaitu, 97,5 persen, kita sudah berusaha mempercepat paling kurang satu sampai dua tahun kedepan," kata Jonan.

Proyek PLTU Cilacap Ekspansi dikembangkan oleh anak perusahaan PLN, yakni PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dengan saham sebesar 49 persen dan juga dikembangkan oleh PT Sumber Segara Primadaya (S2P) dengan saham 51 persen. Dengan tambahan 660 MW untuk sistem Jawa-Bali ini, diperkirakan PLN bisa melayani tambahan pelanggan baru hingga 682.000 pelanggan rumah tangga.

"Investasi yang diperlukan untuk pengembangan PLTU ini hampir mencapai USD 900 juta dan menggunakan teknologi Super-Critical Boiler dan dapat menyerap tenaga kerja hingga 800 orang pada saat masa beroperasinya, pada saat pembangunan mungkin jumlahnya 4.000-an," ujar Jonan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA