Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

2018, Rasio Elektrifikasi Capai 98,30 Persen

Kamis 10 Jan 2019 22:13 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Salah satu potensi panas bumi di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, Jumat (23/11).

Salah satu potensi panas bumi di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, Jumat (23/11).

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Rasio desa berlistrik sebesar 99,38 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng menuturkan hingga akhir tahun 2018 rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia telah mencapai 98,30 persen. Rasio desa berlistrik sebesar 99,38 persen.

Pada tahun 2019 ini, target rasio elektrifikasi adalah sebesar 99,9 persen dan target rasio desa berlistrik adalah 100 persen.

"Capaian kita cukup baik, yang paling penting adalah Rasio Elektrifikasi yang mencapai 98,30 persen. Tahun 2019 kita punya tugas besar, desa berlistrik harus 100 persen berlistrik dan rasio elektrifikasi harus 99,9 persen," ujar Andy.

Pemerintah Patok Jatah DMO 2019 Sebesar 128 Juta Ton

Meningkatnya rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia salah satunya karena adanya penambahan infrastruktur ketenagalistrikan. Tambahan infrastruktur ketenagalistrikan sampai dengan akhir tahun 2018 dari pembangkit hampir mencapai 2 gigawatt (GW), sehingga total kapasitas terpasang pembangkit mencapai 62,6 GW. Transmisi pun bertambah sepanjang 3.441,84 kilometer sirkuit (kms) dan penambahan gardu Induk sebesar 16.495 MVA.

Terkait dengan pelaksanaan Program 35.000 megawatt (MW), hingga akhir tahun 2018 adalah 2,9 GW sudah beroperasi secara komersial (COD/komisioning), 18,2 GW sedang konstruksi serta 11,4 GW perjanjian jual beli listriknya sudah ditandatangani namun belum konstruksi, 1,6 GW dalam proses pengadaan dan 954 MW sedang dalam tahap perencanaan.

Peningkatan kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan tersebut menelan biaya investasi sebesar 11,28 miliar dolar AS di tahun 2018. Pada tahun 2019 investasi untuk infrastruktur ketenagalistrikan ditargetkan sebesar 12,04 miliar dolar AS.

Untuk tahun 2019 telah ditargetkan penambahan pembangkit ketenagalistrikan sebesar 3,9 GW, sehingga total kapasitas terpasang pembangkit menjadi 66,5 GW, 15.195 kms Transmisi, dan 27.631 MVA Gardu Induk.

Selain itu, seiring dengan meningkatnya infrastruktur ketenagalistrikan dan rasio elektrifikasi, maka konsumsi listrik perkapita (kWh/kapita) juga menunjukan kenaikkan yang positif. Sampai dengan akhir tahun 2018, konsumsi perkapita telah mencapai 1.064 kWh/kapita dari target sebesar 1.129 kWh/kapita dan pada tahun 2019 target konsumsi listrik perkapita adalah sebesar 1.200 kWh/kapita.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA